Transkip: Awak feri Korsel panik, tak lakukan evakuasi

Senin, 21 April 2014 - 08:52 WIB
Transkip: Awak feri...
Transkip: Awak feri Korsel panik, tak lakukan evakuasi
A A A
Sindonews.com – Sebuah transkip percakapan terakhir antar-awak kapal feri Sewol, Korea Selatan yang tenggelam dirilis. Dalam transkip itu terungkap, korban tragedi Sewol berjatuhan, karena awak kapal maut itu panik dan tidak melakukan evakuasi secara cepat.

Kapal yang membawa sekitar 476 orang penumpang dan awak kapal itu tenggelam Rabu pekan lalu, ketika melakukan pelayaran wisata ke pulau Jeju. Sebagian besar korban adalah para pelajar.

Jumlah korban tewas yang ditemukan hingga Senin (21/4/2014) mencapai 64 orang. Sedangkan 238 penumpang masih hilang, dan 174 penumpang berhasil diselamatkan.

Laman BBCpada Senin (21/4/2014) melansir sebagian transkrip percakapan terakhir itu. Di mana, salah satu kru kapal berulang kali bertanya kepada petugas kontrol lalu lintas laut, apakah ada perintah penyelamatan dan evakuasi para penumpang?.”Silakan pergi keluar dan biarkan penumpang memakai jaket dan memakai pakaian yang lebih,” kata petugas pengontrol itu.

“Jika feri ini akan mengungsikan penumpang, Anda akan menyelamatkan mereka?,” tanya kru kapal itu. ”Setidaknya (kita) membuat mereka memakai cincin hidup dan membuat mereka melarikan diri,” jawab petugas pengontrol lalu lintas laut.

Jawaban petugas itu membuat bingung awak kapal. ”Jika feri ini akan mengungsikan penumpang, apakah mereka akan diselamatkan secepatnya?,” tanya kru kapal lagi.

“Jangan biarkan mereka pergi dalam kondisi tanpa pakaian. Kami tidak tahu situasi, kapten harus membuat keputusan akhir dan memutuskan apakah Anda akan mengevakuasi penumpang atau tidak,” jawab petugas pengontrol tersebut.

Perintah evakuasi telat

Kru kapal itu kembali bertanya, karena bingung menafsirkan jawaban petugas itu.”Saya tidak bicara tentang itu, saya bertanya, apakah mereka harus mengungsi sekarang, apakah mereka diselamatkan secepatnya?.”

Pada pukul 09.24 hingga pukul 09.29 setelah kapal feri Sewol mengeluarkan sinya marabahaya panggilan, petugas pengontrol itu mengatakan; ”Silakan pergi keluar dan biarkan penumpang memakai jaket dan memakai pakaian yang lebih.”

Tidak sampai pukul 09.37 atau beberapa detik setelah komunikasi terakhir itu, perintah evakuasi penumpang baru dikeluarkan. Pada Sabtu pekan lalu, kapten kapal Lee Joon-seok, muncul di stasiun televisi dan meminta maaf. ”Saya menundukkan kepala saya meminta maaf kepada keluarga korban,” katanya.
(mas)
Berita Terkait
Ini Gang Maut Selebar...
Ini Gang Maut Selebar 4 Meter yang Jadi Lokasi Tragedi Pesta Halloween
PM Korsel Soroti Respons...
PM Korsel Soroti Respons Polisi Saat Terima Panggilan Darurat Tragedi Halloween
3 Fakta Itaewon, Lokasi...
3 Fakta Itaewon, Lokasi Insiden Halloween di Korsel yang Tewaskan 150 Orang
Tragedi Halloween Itaewon:...
Tragedi Halloween Itaewon: Korban Tewas 154 Orang Termasuk Produser Cantik Grace Rached
Jokowi Ucapkan Belasungkawa...
Jokowi Ucapkan Belasungkawa Atas Tragedi Halloween di Korsel
Pascainsiden Halloween,...
Pascainsiden Halloween, Korsel Umumkan Masa Berkabung Nasional
Berita Terkini
Presiden Zelensky Akan...
Presiden Zelensky Akan Memiliki Pesaing Politik yang Kuat, Ini 5 Pemicunya
40 menit yang lalu
Serangan AS ke Iran...
Serangan AS ke Iran Tak Punya Strategi, Apakah Trump Sudah Putus Asa?
1 jam yang lalu
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
3 jam yang lalu
Trump Setujui Arab Saudi...
Trump Setujui Arab Saudi Perkaya Uranium, Mungkinkan Riyadh Memiliki Bom Nuklir?
4 jam yang lalu
Gunakan Semut Jadi Hiasan...
Gunakan Semut Jadi Hiasan Makanan, Pemilik Restoran Berbintang Michelin Ini Dipenjara
5 jam yang lalu
Apa Itu Kokushobi? Cuaca...
Apa Itu Kokushobi? Cuaca Ekstrem yang Terjadi Pertama Kalinya di Jepang
6 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved