Palestina dan Israel akan lanjutkan pembicaraan damai
Kamis, 10 April 2014 - 17:16 WIB
Palestina dan Israel akan lanjutkan pembicaraan damai
A
A
A
Sindonews.com – Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) John Kerry mengatakan, Palestina dan Israel menunjukkan sikap, bahwa mereka ingin menemukan cara untuk terus melanjutkan perundingan damai.
"Jelas, saat ini kami bekerja keras untuk mencoba menemukan cara untuk terus menerukan perundingan damai tersebut," ungkap Kerry sebelum melakukan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Israel, Avigdor Lieberman.
Sementara itu, seperti dilansir Xinhua, Lieberman sendiri mengatakan, Israel siap untuk berkorban banyak demi mencapai kesepakatan damai dengan Palestina di tengah-tengah proses yang sangat krusial ini.
"Saya berpikir, bahwa Anda dan kami memiliki keinginan yang sama untuk mencapai solusi yang komprehensif, untuk mencapai perjanjian di akhir," ungkap Lieberman kepada Kerry.
"Kami mencari pendekatan positif yang sama dari sisi lain, dan kami berpikir bahwa langkah-langkah unilateral mereka, hanya dapat merusak semua upaya kami," Lieberman menambahkan.
Sebelumnya dikabarkan bahwa pertemuan antara kedua belah pada akhir pekan lalu masih menemui jalan buntu, belum ada solusi yang ditemukan untuk mengakhiri krisis dalam pembicaraan damai tersebut.
"Jelas, saat ini kami bekerja keras untuk mencoba menemukan cara untuk terus menerukan perundingan damai tersebut," ungkap Kerry sebelum melakukan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Israel, Avigdor Lieberman.
Sementara itu, seperti dilansir Xinhua, Lieberman sendiri mengatakan, Israel siap untuk berkorban banyak demi mencapai kesepakatan damai dengan Palestina di tengah-tengah proses yang sangat krusial ini.
"Saya berpikir, bahwa Anda dan kami memiliki keinginan yang sama untuk mencapai solusi yang komprehensif, untuk mencapai perjanjian di akhir," ungkap Lieberman kepada Kerry.
"Kami mencari pendekatan positif yang sama dari sisi lain, dan kami berpikir bahwa langkah-langkah unilateral mereka, hanya dapat merusak semua upaya kami," Lieberman menambahkan.
Sebelumnya dikabarkan bahwa pertemuan antara kedua belah pada akhir pekan lalu masih menemui jalan buntu, belum ada solusi yang ditemukan untuk mengakhiri krisis dalam pembicaraan damai tersebut.
(esn)