Aneh, bayi 9 bulan di Pakistan dituduh rencanakan pembunuhan

Sabtu, 05 April 2014 - 16:23 WIB
Aneh, bayi 9 bulan di...
Aneh, bayi 9 bulan di Pakistan dituduh rencanakan pembunuhan
A A A
Sindonews.com –Disaat anak-anak seusianya belajar merangkak, seorang bayi berusia sembilan bulan di Pakistan justru dibawa ke pengadilan dengan tuduhan melakukan percobaan pembunuhan.

Kasus itu menjadi sorotan warga dunia sebagai kelemahan endemik dalam sistem hukum di Pakistan.Bayi bernama Mohammad Musa dikenakan tuduhan melakukan percobaan pembunuhan bersama dengan ayah dan anggota keluarga lainnya.

Pengacara keluarga itu, Irfan Sadiq, mengatakan bayi itu bersama keluarganya dikenai tuduhan melemparkan batu kepada petugas pejabat perusahaan gas di Ahata Thanedaran pada 1 Februari 2014.

Polisi yang menangani kasus itu, Inspektur Kashif Muhammad, telah dinonaktifkan. Polisi itulah yang menulis laporan percobaan pembunuhan.

Muncul dalam sidang yang penuh sesak dengan orang-orang yang penasaran dengan kasus itu, bayi tersebut terlihat menangis di pangkuan kakeknya, Muhammad Yasin. Dia kemudian diberi susu dan menolak menjawab pertanyaan dari para wartawan.

”Semua orang di pengadilan itu mengatakan; ‘bagaimana bisa anak kecil seperti ini terlibat dalam kasus seperti itu? Apa yang ada di benak polisi kita?’,” kata kakek bayi itu menirukan celotehan warga Pakistan yang menyaksikan sidang.

Tuduhan itu juga bertentangan langsung dengan usia minimum warga Pakistan untuk bisa dimintai pertanggungjawaban dalam kasus pidana.

Hakim pengadilan, Rafaqat Ali Qamar, memerintahkan penjaminan terhadap bayi itu, meskipun bayi tersebut tetap harus dihadirkan dalam sidang berikutya pada 12 April 2014.

Pihak pengacara keluarga tersebut kecewa. ”Pengadilan seharusnya membatalkan tuntutan terhadap anak yang tidak bersalah dan membebaskannya dari kasus ini,” kata Sadiq, seperti dilansir AFP, Sabtu (5/4/2014),” kata Sadiq .

”Kasus ini juga menyebabkan ketidakmampuan kepolisian kita dan cara mereka bekerja,” katanya. Media setempat menulis, kasus itu diduga sebagai rekayasa dari pihak pengusaha untuk mengusir keluarga itu dari tanah mereka.
(mas)
Berita Terkait
Indonesia Kirimkan Bantuan...
Indonesia Kirimkan Bantuan untuk Korban Banjir dan Longsor di Pakistan
Ledakan Bom Bunuh Diri...
Ledakan Bom Bunuh Diri Dekat Pos Pemeriksaan Keamanan di Pakistan Barat
Buntut Kecelakaan Pesawat...
Buntut Kecelakaan Pesawat PIA, Pakistan Larang Terbang 262 Pilot
Airbus Mulai Selidiki...
Airbus Mulai Selidiki Kecelakaan Pesawat di Pakistan
Korban Selamat Pesawat...
Korban Selamat Pesawat PIA: Yang Saya Lihat Hanya Api
Kantongi Lisensi Palsu,...
Kantongi Lisensi Palsu, 150 Pilot PIA Dilarang Terbang
Berita Terkini
Pertama Kalinya, Taiwan...
Pertama Kalinya, Taiwan Tembakkan Puluhan Rudal HIMARS Amerika ke Arah China
41 menit yang lalu
Ini Bukti Biadabnya...
Ini Bukti Biadabnya Tentara Israel Tembak Mati Bayi Palestina di Tepi Barat
1 jam yang lalu
Trump: 49 Rudal Tomahawk...
Trump: 49 Rudal Tomahawk Gempur Iran, AS Akan Bombardir Habis-habisan
1 jam yang lalu
Iran Balas Bombardir...
Iran Balas Bombardir 18 Target Militer AS, Termasuk Sistem Rudal Patriot
1 jam yang lalu
Sistem Rudal Iran Tembaki...
Sistem Rudal Iran Tembaki Jet Tempur F-16 AS
2 jam yang lalu
AS Menyerang Lagi, Iran...
AS Menyerang Lagi, Iran Tutup Total Selat Hormuz
3 jam yang lalu
Infografis
Gaji Pokok Tentara Pakistan,...
Gaji Pokok Tentara Pakistan, Sersan Rp14 Juta Per Bulan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved