Plinplan soal jejak MH370, China sebut Malaysia kacau
Rabu, 12 Maret 2014 - 16:47 WIB
Plinplan soal jejak MH370, China sebut Malaysia kacau
A
A
A
Sindonews.com – Pemerintah China ikut mengecam ketidakakuratan informasi dari para aparat berwenang Malaysia tentang jejak pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH370. China menyebut Malaysia kacau setelah aparatnya plinplan soal klaim jejak pesawat pembawa 239 orang itu.
Komentar itu disampaikan, juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Qin Gang, Rabu (12/3/2014). Qin mempertanyakan klaim bahwa pesawat MH370 diduga telah berbalik arah ke Kuala Lumpur.”Kami melihat bahwa pihak Malaysia kemudian membantah ini bagian dari informasi,” kesalnya.
”Jadi sekarang ada banyak informasi, dan itu cukup kacau, sehingga sampai saat ini kita juga mengalami kesulitan untuk mengkonfirmasikan apakah (informasi) itu akurat atau tidak,” lanjut Qin.
Pemerintah Malaysia hari ini juga menjadi sasaran hujatan media asing, setelah kepala Angkatan Udara, Jenderal Rodzali Daud, menarik pernyataan seperti yang dilaporkan media Malaysia sebelumnya. Semula, pihak Angkatan Udara mengklaim, pesawat MH370 terlacak di Selat Malaka. Namun, hari ini Rodzali membantahnya.
”Saya ingin menyatakan, bahwa saya tidak membuat pernyataan seperti itu,” kata Rodzali, dalam sebuah pernyataan, Rabu (12/3/2014) seperti dikutip Reuters.
Rodzali lantas menegaskan, bahwa ia percaya pada pelacakan radar militer yang menyatakan, pesawat pembawa 239 orang itu diduga berbalik arah ke Kuala Lumpur saat dalam penerbangan menuju Beijing.
Komentar itu disampaikan, juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Qin Gang, Rabu (12/3/2014). Qin mempertanyakan klaim bahwa pesawat MH370 diduga telah berbalik arah ke Kuala Lumpur.”Kami melihat bahwa pihak Malaysia kemudian membantah ini bagian dari informasi,” kesalnya.
”Jadi sekarang ada banyak informasi, dan itu cukup kacau, sehingga sampai saat ini kita juga mengalami kesulitan untuk mengkonfirmasikan apakah (informasi) itu akurat atau tidak,” lanjut Qin.
Pemerintah Malaysia hari ini juga menjadi sasaran hujatan media asing, setelah kepala Angkatan Udara, Jenderal Rodzali Daud, menarik pernyataan seperti yang dilaporkan media Malaysia sebelumnya. Semula, pihak Angkatan Udara mengklaim, pesawat MH370 terlacak di Selat Malaka. Namun, hari ini Rodzali membantahnya.
”Saya ingin menyatakan, bahwa saya tidak membuat pernyataan seperti itu,” kata Rodzali, dalam sebuah pernyataan, Rabu (12/3/2014) seperti dikutip Reuters.
Rodzali lantas menegaskan, bahwa ia percaya pada pelacakan radar militer yang menyatakan, pesawat pembawa 239 orang itu diduga berbalik arah ke Kuala Lumpur saat dalam penerbangan menuju Beijing.
(mas)