Ikut perintah pastor, warga Afsel makan rumput
Kamis, 06 Maret 2014 - 16:15 WIB
Ikut perintah pastor, warga Afsel makan rumput
A
A
A
Sindonews.com – Sekelompok warga di Afrika Selatan (Afsel) yang merupakan pengikut kelompok Rabuni menjalani tradisi makan rumput. Tradisi atas perintah seorang pastor itu, diklaim sebagai bagian dari ritual agama.
Kelompok itu mengklaim sebagai bagian dari agama Kristen di Afsel. Kelompok itu dipimpin Pastor Lesego Daniel sejak November 2002. Pastor itu mengatakan, ritual makan rumput yang dilakukan jemaat, adalah upaya untuk lebih dekat kepada Tuhan.
Beberapa anggota jemaat mengaku, setelah menjalani ritual makan rumput, beberapa dari penyakit yang mereka derita sembuh.
”Seorang gembala memimpin, dan saya ingin memimpin orang-orang ke tempat mereka yang tidak pernah tuju,” kata Pastor Lesago memberitahu jemaatnya, sebelum memerintahkan agar mereka pergi dan makan rumput.
Pastor itu mengkaitkan ritual makan rumput itu dengan keajaiban yang ada dalam sejarah Yesus. ”Jika Yesus mengubah air menjadi anggur, kita akan kembali (mengubah) rumput menjadi spaghetti,” imbuh dia, seperti dikutip news.com.au, Kamis (6/3/2014).
Kendati ritual makan rumput itu memicu kontroversi, namun pihak kementerian terkait di Afsel tidak memiliki rencana untuk menghentikan ritual tersebut.
Kelompok itu mengklaim sebagai bagian dari agama Kristen di Afsel. Kelompok itu dipimpin Pastor Lesego Daniel sejak November 2002. Pastor itu mengatakan, ritual makan rumput yang dilakukan jemaat, adalah upaya untuk lebih dekat kepada Tuhan.
Beberapa anggota jemaat mengaku, setelah menjalani ritual makan rumput, beberapa dari penyakit yang mereka derita sembuh.
”Seorang gembala memimpin, dan saya ingin memimpin orang-orang ke tempat mereka yang tidak pernah tuju,” kata Pastor Lesago memberitahu jemaatnya, sebelum memerintahkan agar mereka pergi dan makan rumput.
Pastor itu mengkaitkan ritual makan rumput itu dengan keajaiban yang ada dalam sejarah Yesus. ”Jika Yesus mengubah air menjadi anggur, kita akan kembali (mengubah) rumput menjadi spaghetti,” imbuh dia, seperti dikutip news.com.au, Kamis (6/3/2014).
Kendati ritual makan rumput itu memicu kontroversi, namun pihak kementerian terkait di Afsel tidak memiliki rencana untuk menghentikan ritual tersebut.
(mas)