Obama: terkait Palestina, Israel harus buat keputusan Sulit
Selasa, 04 Maret 2014 - 21:49 WIB
Obama: terkait Palestina, Israel harus buat keputusan Sulit
A
A
A
Sindonews.com – Upaya pemerintah Amerika Serikat (AS) untuk menjebatani pembicaraan damai Israel dengan Palestina masih menemui jalan terjal. Proposal rencana kerja untuk pembicaraan damai tersebut masih belum menerima persetujuan.
Presiden AS, Barack Obama menegaskan, bahwa Israel harus berani mengambil keputusan sulit jika ingin perundingan damai tersebut berhasil. Hal tersebut diutarakan Obama ketika bertemu dengan Perdana Menteri (PM) Isreal, Benjamin Netanyahu di Gedung Putih.
Dalam pertemuan tersebut Obama mendesak Israel untuk membuat keputusan mengenai proses perdamaian. Namun, Netanyahu bersikeras bahwa Israel sudah melakukan segala upaya mengenai pembicaraan damai tersebut dan kini semuanya ada di tangan Palestina.
"Kerangka waktu yang telah kita tetapkan untuk menyelesaikan negosiasi-negosiasi ini sudah mendekat dan sejumlah keputusan sulit wajib dibuat," ungkap Obama.
"Saya yakin, bahwa pada akhirnya masih mungkin untuk menciptakan dua negara. Namun, itu memang sulit dan membutuhkan kompromi di semua pihak," Obama menambahkan. Seperti yang dilansir AFP, Selasa (4/3/2014).
Netanhyahu bersikeras bahwa Israel telah mengambil langkah konkrit mengenai pembicaraan damai tersebut. "Israel telah melakukan bagiannya, saya menyesal untuk mengatakan bahwa Palestina belum," ungkap Netanyahu.
Presiden AS, Barack Obama menegaskan, bahwa Israel harus berani mengambil keputusan sulit jika ingin perundingan damai tersebut berhasil. Hal tersebut diutarakan Obama ketika bertemu dengan Perdana Menteri (PM) Isreal, Benjamin Netanyahu di Gedung Putih.
Dalam pertemuan tersebut Obama mendesak Israel untuk membuat keputusan mengenai proses perdamaian. Namun, Netanyahu bersikeras bahwa Israel sudah melakukan segala upaya mengenai pembicaraan damai tersebut dan kini semuanya ada di tangan Palestina.
"Kerangka waktu yang telah kita tetapkan untuk menyelesaikan negosiasi-negosiasi ini sudah mendekat dan sejumlah keputusan sulit wajib dibuat," ungkap Obama.
"Saya yakin, bahwa pada akhirnya masih mungkin untuk menciptakan dua negara. Namun, itu memang sulit dan membutuhkan kompromi di semua pihak," Obama menambahkan. Seperti yang dilansir AFP, Selasa (4/3/2014).
Netanhyahu bersikeras bahwa Israel telah mengambil langkah konkrit mengenai pembicaraan damai tersebut. "Israel telah melakukan bagiannya, saya menyesal untuk mengatakan bahwa Palestina belum," ungkap Netanyahu.
(esn)