AS pernah sebut Mandela teroris

Jum'at, 06 Desember 2013 - 14:10 WIB
AS pernah sebut Mandela...
AS pernah sebut Mandela teroris
A A A
Sindonews.com - Bekas pemimpin Afrika Selatan (Afsel), Nelson Rolihlahla Mandela, meninggal di usia 95 tahun. Meski dielu-elukan banyak pemimpin negara di dunia, Mandela semasa hidupnya pernah bermasalah dengan Amerika Serikat.

Kisahnya, ketika Mandela begitu heroik melawan rezim apartheid di Afsel dengan organisasi Kongres Nasional Afrika (ANC). Sebelum tahun 2008, Amerika Serikat memasukkan nama Mandela dan organisasi ANC dalam daftar teroris.

Namun, tahun 2008 saat AS dipimpin Presiden George Walker Bush, keputusan negara Paman Sam itu berubah drastis. Bush menandatangani RUU yang menghapus nama Nelson Mandela dari daftar teroris. Sejak itu, Mandela dan ANC diperbolehkan mengunjungi AS.

Mengutip laporan BBC, seorang senator AS mengatakan undang-undang baru itu sebagai langkah maju AS. ”Menghapus rasa malu karena tidak menghormati pemimpin besar ini,” kata Condolezza Rice, yang kala itu menjabat sebagai Menteri Luar Negeri AS.

Di bawah undang-undang itu, anggota ANC bebas melakukan perjalanan ke markas besar PBB di New York. Namun, kala itu mereka masih dilarang masuk ke Washington DC atau bagian wilayah lain di AS.

“Pembatasan itu hal yang agak memalukan, bahwa saya harus membebaskan rekan saya sendiri, Menteri Luar Negeri Afrika Selatan, belum lagi pemimpin besar Nelson Mandela,” ucap Rice, waktu itu.

Keputusan AS yang mendeskreditkan Mandela dan ANC waktu itu, tidak lepas dari kebijakan rezim pemerintah apartheid Afsel pada tahun 1960. Rezim itulah yang memenjarakan Mandela dan teman-temannya, serta mengasingkannya.

Tahun 1990 Mandela dibebaskan, setelah menghabiskan 27 tahun di penjara. Dia kemudian menjadi presiden kulit hitam pertama Afsel. Sejak itu, sosok Mandela dielu-elukan para pemimpin dunia, termasuk pemimpin AS yang sekarang, Barack Obama.
(mas)
Berita Terkait
Indonesia Dorong Aksi...
Indonesia Dorong Aksi Nyata Pemberdayaan Perempuan di G20 Afrika Selatan
4 Alasan Afrika Selatan...
4 Alasan Afrika Selatan Selalu Jadi Pusat Pergeseran Tatanan kekuatan Global pada 2025
Gedung Parlemen Afrika...
Gedung Parlemen Afrika Selatan di Cape Town Terbakar
Presiden Afsel Berupaya...
Presiden Afsel Berupaya Pertahankan Kekuasaan di Tengah Skandal Korupsi
25.000 Tentara Dikerahkan...
25.000 Tentara Dikerahkan untuk Redam Kerusuhan di Afrika Selatan
Kerusuhan Afrika Selatan...
Kerusuhan Afrika Selatan Menggila, 212 Orang Tewas Secara Brutal
Berita Terkini
10 Negara Eropa Ini...
10 Negara Eropa Ini Bersatu Bangun Perisai Rudal Balistik, Apakah Efekif Hadapi Misil Rusia?
2 jam yang lalu
Deretan 25 Pemimpin...
Deretan 25 Pemimpin Dunia yang Sampaikan Belasungkawa atas Kematian Sheikh Hamad
3 jam yang lalu
Mantan PM Yordania Sebut...
Mantan PM Yordania Sebut Perang Iran dan AS Tak Ada Gunanya
4 jam yang lalu
Kirim Video ke Agen...
Kirim Video ke Agen Intelijen Iran, Tentara Israel Ini Dipenjara selama 5 Tahun
6 jam yang lalu
Juni Jadi Bulan Paling...
Juni Jadi Bulan Paling Mematikan bagi Ukraina sejak 2022, Apa Pemicunya?
8 jam yang lalu
Mantan Pasukan Khusus...
Mantan Pasukan Khusus AS Bawa Paspor China Ini Ditangkap di Perbatasan Nepal dan India, Siapa Jordan Brown?
8 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved