Suriah: Kesepakatan mengakui pengembangan nuklir Iran bertujuan damai
Minggu, 24 November 2013 - 21:16 WIB
Suriah: Kesepakatan mengakui pengembangan nuklir Iran bertujuan damai
A
A
A
Sindonews.com - Suriah menyambut baik kesepakatan yang telah dicapai antara Iran dengan P5+1 (Amerika Serikat (AS), Inggris, Rusia, Cina, Prancis dan Jerman) soal pengayaan program nuklir Iran. Kementerian Luar Negeri Suriah dalam sebuah pernyataan mengatakan, kesepakatan bersejarah itu akan membantu memenuhi kebutuhan rakyat Iran.
"Perjanjian tersebut akan membersihkan seluruh wilayah dari senjata pemusnah masal dan membantu memenuhi kebutuhan rakyat Iran, serta mengakui hak Iran untuk mengembangkan nuklir demi tujuan damai," demikian diungkapkan, Kementerian Luar Negeri Suriah dalam sebuah pernyataan, Minggu (24/11/2013).
"Penandatanganan kesepakatan ini juga membuktikan bahwa solusi politik atas krisis di kawasan menjadi cara yang paling efektif untuk menjamin keamanan dan stabilitas di kawasan. Langkah itu menjauhkan dari intervensi asing dan ancaman penggunaan kekuatan," lanjut isi pernyataan tersebut.
Menyikap kekecewaan yang disampaikan oleh Perdana Menteri Israel, Benjamin Netayahu atas kesepakatan tersebut, Kementerian Luar Negeri Suriah mengatakan, Israel akan tetap menjadi satu-satunya negara yang menghambat pelucutan senjata pemusnah masal di Timur Tengah.
"Suriah memuji keramahan rakyat Iran dan kepemimpinan mereka yang bijaksana atas prestasi bersejarah ini dan menekankan pentingnya peran Iran untuk memainkan perang mencapai keamanan dan stabilitas di kawasan," pungkas isi pernyataan tersebut.
"Perjanjian tersebut akan membersihkan seluruh wilayah dari senjata pemusnah masal dan membantu memenuhi kebutuhan rakyat Iran, serta mengakui hak Iran untuk mengembangkan nuklir demi tujuan damai," demikian diungkapkan, Kementerian Luar Negeri Suriah dalam sebuah pernyataan, Minggu (24/11/2013).
"Penandatanganan kesepakatan ini juga membuktikan bahwa solusi politik atas krisis di kawasan menjadi cara yang paling efektif untuk menjamin keamanan dan stabilitas di kawasan. Langkah itu menjauhkan dari intervensi asing dan ancaman penggunaan kekuatan," lanjut isi pernyataan tersebut.
Menyikap kekecewaan yang disampaikan oleh Perdana Menteri Israel, Benjamin Netayahu atas kesepakatan tersebut, Kementerian Luar Negeri Suriah mengatakan, Israel akan tetap menjadi satu-satunya negara yang menghambat pelucutan senjata pemusnah masal di Timur Tengah.
"Suriah memuji keramahan rakyat Iran dan kepemimpinan mereka yang bijaksana atas prestasi bersejarah ini dan menekankan pentingnya peran Iran untuk memainkan perang mencapai keamanan dan stabilitas di kawasan," pungkas isi pernyataan tersebut.
(esn)