Dokter pengendus jejak Osama bin Laden didakwa bunuh bocah

Sabtu, 23 November 2013 - 14:10 WIB
Dokter pengendus jejak...
Dokter pengendus jejak Osama bin Laden didakwa bunuh bocah
A A A
Sindonews.com – Shakil Afridi, seorang dokter Pakistan yang membantu Amerika Serikat menemukan jejak Osama bin Laden didakwa melakukan pembunuhan terhadap seorang anak. Dia gagal dalam menyelamatkan anak yang dioperasi karena penyakit komplikasi.

Dokter pengendus jejak bekas pentolan al-Qaeda itu kini berada di penjara. Dia menunggu jadwal sidang untuk kasus seorang anak yang meninggal setelah menjalani operasi usus buntu tahun 2006. Dia didugat ibu dari anak laki-laki yang meninggal akibat penyakit komplikasi tersebut.

Tuduhan pembunuhan untuk Afridi muncul, hanya beberapa bulan setelah komisaris pengadilan Pakistan membatalkan klaim atas perannya menemukan jejak Osama bin Laden. Dokter itu pernah dituduh menjalankan percobaan vaksinasi palsu. Dia dijatuhi hukuman 33 tahun penjara pada tahun 2012.

Ibu dari anak itu, Naseeb Gulla, menuduh dokter melakukan operasi yang salah. Gugatan diajukan di Khyber Agency, salah satu dari delapan wilayah kesukuan Pakistan.

Departemen Luar Negeri AS menyatakan keprihatinan atas tuduhan baru terhadap Afridi. ”Bantuan dokter Afridi dalam mengkonfirmasikan lokasi bin Laden adalah layanan untuk seluruh dunia, dan juga untuk Pakistan yang telah kehilangan orang-orang yang mereka dicintai karena menderita di tangan al-Qaeda , " kata juru bicara Departemen Luar Negeri Amerika Serikat, Jennifer Psaki, seperti dikutip CNN, Sabtu (23/11/2013).

”Kami menyerukan pihak yang berwenang untuk memastikan bahwa dokter Afridi mendapat proses pengadilan yang adil atas tuduhan baru ini,” lanjut Psaki.

Pemerintah Pakistan sebelumnya menuduh Afridi bekerja dengan CIA untuk mendirikan sebuah kampanye vaksinasi palsu di Abbottabad. Dalam praktiknya, lanjut tuduhan itu, Afriadi sejatinya mencoba untuk memverifikasi keberadaan Osama bin Laden. Pasukan khusus AS membunuh pendiri al-Qaeda di Abbottabad pada Mei 2011.
(mas)
Berita Terkait
Indonesia Kirimkan Bantuan...
Indonesia Kirimkan Bantuan untuk Korban Banjir dan Longsor di Pakistan
Ledakan Bom Bunuh Diri...
Ledakan Bom Bunuh Diri Dekat Pos Pemeriksaan Keamanan di Pakistan Barat
Buntut Kecelakaan Pesawat...
Buntut Kecelakaan Pesawat PIA, Pakistan Larang Terbang 262 Pilot
Gagal di Medan Perang,...
Gagal di Medan Perang, Pakistan Tuding India Dalangi Serangan Teror yang Tewaskan 5 Orang
Airbus Mulai Selidiki...
Airbus Mulai Selidiki Kecelakaan Pesawat di Pakistan
Korban Selamat Pesawat...
Korban Selamat Pesawat PIA: Yang Saya Lihat Hanya Api
Berita Terkini
Enggan Kirim Pasukan...
Enggan Kirim Pasukan AS untuk Invasi Darat ke Iran, Trump: Orang Lain yang Akan Melakukannya
16 menit yang lalu
Iran Sedang Mempersiapkan...
Iran Sedang Mempersiapkan Ujian Besar terhadap Blokade AS di Selat Hormuz
1 jam yang lalu
Trump Desak Netanyahu...
Trump Desak Netanyahu Tarik Pasukan Israel dari Suriah dan Lebanon
2 jam yang lalu
Biaya Perang AS di Iran...
Biaya Perang AS di Iran Setara Buang Emas Lebih dari 15.000 Kg Per Hari
3 jam yang lalu
IRGC Tegaskan Selat...
IRGC Tegaskan Selat Hormuz akan Tetap Tertutup sampai Kejahatan AS Berakhir
3 jam yang lalu
Iran Serang Pesawat...
Iran Serang Pesawat F-18 AS di Pangkalan Azraq Yordania
5 jam yang lalu
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved