Ribuan orang dihilangkan, aktivis Pakistan long march 700 km

Kamis, 21 November 2013 - 17:31 WIB
Ribuan orang dihilangkan,...
Ribuan orang dihilangkan, aktivis Pakistan long march 700 km
A A A
Sindonews.com - Sammi Baluch telah berjalan hampir sebulan melintasi medan kering di pegunungan selatan Pakistan. Aktivis belasan tahun itu berharap menemukan ayahnya , yang hilang empat tahun lalu setelah dibawa oleh pasukan keamanan Pakistan.

Baluch hanya satu dari sekitar dua lusin aktivis yang berjalan kaki (longmarch) sejauh 700 kilometer dari Quetta, Baluchistan ke kota pelabuhan selatan Karachi. Aksi jalan kaki dalam jarak yang jauh itu sebagai bentuk protes atas kegagalan pemerintah untuk menentukan nasib ribuan orang yang holing bertahun-tahun. Ribuan orang itu hilang saat aparat keamanan Pakistan memerangi pemberontakan separatis di Baluchistan.

Organisasi hak asasi manusia Pakistan dan warga Baluchistan telah lama menuduh penegak hukum dan badan-badan intelijen menculik warga dan aktivis aktivitas nasionalis. Sebagian dari mereka diduga ditahan tanpa tuduhan, dan sebagian lagi dibunuh.

Para pejabat menyangkal tuduhan para aktivis itu. Sementara itu, Perdana Menteri Pakistan, Nawaz Sharif berjanji untuk menyelesaikan masalah ribuan orang yang hilang atau “dihilangkan” tersebut sebagai bagian dari upaya menciptakan perdamaian di Provinsi Baluchistan. Mahkamah Agung telah membuat sebuah penyelidikan untuk kasus itu.

Para aktivis itu meninggalkan Quetta pada 27 Oktober 2013, dan telah menempuh perjalanan jauh, dan tersisa sekitar 20 kilometer di luar Karachi. Di sepanjang jalan , mereka mendapat belas kasihan orang asing. Tapi, mereka juga menghadapi ancaman dari pasukan keamanan Pakistan yang telah memperingatkan mereka untuk menghentikan aksi jalan kaki itu.

”Saya telah melakukan perjalanan 600 kilometer dengan berjalan kaki tanpa peduli tentang kaki saya yang melepuh,” kata Baluch, seperti dikutip Fox News, Kamis (21/11/2013). Ayahnya, yang hilang adalah dokter yang juga anggota dari partai nasionalis Baluch. Ayahnya hilang setelah dijemput pasukan keamanan di rumah sakit pemerintah pada suatu malam di bulan Juni 2009. ”Belas kasihan orang dan bantuan membantu saya menyembuhkan diri dari rasa kehilangan ayah.”

Awal pekan ini, para demonstran, yang sebagian para gadis muda juga menyusuri jalan berliku di antara pegunungan gersang di luar Karachi. Banyak dari mereka membawa foto orang hilang yang mereka dicintai.”Hentikan pembunuhan terhadap pekerja politik,” teriak mereka selama aksi jalan kaki itu.

”Kami memilih cara yang sangat sulit untuk memprotes agar membangkitkan masyarakat internasional . Kami mengajak mereka untuk menekan Pemerintah Pakistan,” kata Farzana Majeed, yang kakaknya hilang selama lebih dari empat tahun.
(mas)
Berita Terkait
Indonesia Kirimkan Bantuan...
Indonesia Kirimkan Bantuan untuk Korban Banjir dan Longsor di Pakistan
Ledakan Bom Bunuh Diri...
Ledakan Bom Bunuh Diri Dekat Pos Pemeriksaan Keamanan di Pakistan Barat
Buntut Kecelakaan Pesawat...
Buntut Kecelakaan Pesawat PIA, Pakistan Larang Terbang 262 Pilot
Gagal di Medan Perang,...
Gagal di Medan Perang, Pakistan Tuding India Dalangi Serangan Teror yang Tewaskan 5 Orang
Airbus Mulai Selidiki...
Airbus Mulai Selidiki Kecelakaan Pesawat di Pakistan
Korban Selamat Pesawat...
Korban Selamat Pesawat PIA: Yang Saya Lihat Hanya Api
Berita Terkini
Trump Desak Netanyahu...
Trump Desak Netanyahu Tarik Pasukan Israel dari Suriah dan Lebanon
22 menit yang lalu
Biaya Perang AS di Iran...
Biaya Perang AS di Iran Setara Buang Emas Lebih dari 15.000 Kg Per Hari
1 jam yang lalu
IRGC Tegaskan Selat...
IRGC Tegaskan Selat Hormuz akan Tetap Tertutup sampai Kejahatan AS Berakhir
2 jam yang lalu
Iran Serang Pesawat...
Iran Serang Pesawat F-18 AS di Pangkalan Azraq Yordania
3 jam yang lalu
Operasi Siber China...
Operasi Siber China Diduga Targetkan Uyghur, Tibet, Hong Kong, dan Taiwan
3 jam yang lalu
Blokade Angkatan Laut...
Blokade Angkatan Laut AS terhadap Iran Dimulai Lagi, Kerahkan Lebih Banyak Kekuatan Militer
4 jam yang lalu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved