SBY disadap, RI panggil pulang dubesnya di Australia

Senin, 18 November 2013 - 18:34 WIB
SBY disadap, RI panggil...
SBY disadap, RI panggil pulang dubesnya di Australia
A A A
Sindonews.com - Pemerintah Indonesia tidak dapat mengecilkan tingkat keseriusan dan akan menanggapi dengan tegas pemberitaan yang diberitakan sejumlah media massa perihal penyadapan terhadap Presiden Indonesia, Ibu Negara, bahkan sejumlah pejabat tinggi Indonesia lainnya.

"Ini adalah tindakan yang tidak bersahabat sebagai mitra strategis Indonesia," ungkap Menteri Luar Negeri RI, Marty Natalegawa dalam konferensi pers di ruang Nusantara, Kemlu RI, Senin (18/11/2013) sore.

Marty mengatakan, insiden penyadapan tersebut sangat mencederai dan melabrak Pemerintah Indonesia.

"Terlepas dalam hubungan antar bangsa, bukankah setiap kita memiliki hak privasi dan kita tidak menginginkan pembicaraan pribadi kita disadap oleh siapapun," lanjutnya. Marty menegaskan, bahwa Australia sendiri memiliki aturan undang-undang yang melarang kegiatan penyadapan. Hal tersebut juga dilarang dalam hubungan internasional dan menggangap hal tersebut tidak lazim.

Indonesia akan menanggapi pemberitaan ini dengan tegas. "Saya sudah membahas masalah ini dengan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono dan Menko Polhukam Djoko Suyanto," ungkap Marty.
"Indonesia memutuskan untuk memanggil pulang Duta Besar Indonesia di Australia, (Nadjib Riphat Kesoema) untuk melakukan konsultasi," ungkap Marty.

"Sekali lagi pemerintah Indonesia mengambil sikap tegas dan terukur," ulang Marty. Indonesia juga akan mengintensifkan pertukaran infromasi antara Indonesia dengan Australia, memastikan prinsip timbal balik yang lazim dalam hubungan tingkat negara dan bukan suatu yang mustahil bagi Pemerintah Indonesia untuk Pemerintah Australia untuk memberikan penjelasan.

Marty mengatakan, Indonesia juga telah berupaya meminta penjelasan dari Menteri Luar Negeri Australia Julie Bishop, namun hingga kini beliau belum dapat dihubungi karena masih melakukan perjalanan kenegaraan. Hari ini, Kemlu juga telah memanggil Wakil Dubes Australia David Engel. Namun, Engel enggan memberikan informasi tentang pertemuan tertutup tersebut.
(esn)
Berita Terkait
Kunjungan Danielle Wood...
Kunjungan Danielle Wood Perkuat Kerja Sama Ekonomi Indonesia–Australia
Cendekiawan Muda RI...
Cendekiawan Muda RI di Australia Sumbang Ide Wujudkan Indonesia 4.0
KJRI Melbourne Benarkan...
KJRI Melbourne Benarkan Ada WNI yang Ditangkap Karena Ngutil Tas Mewah
Kerjasama dengan UNICEF,...
Kerjasama dengan UNICEF, Australia Bantu Penanganan Covid-19 Indonesia
Wasit Yordania Adham...
Wasit Yordania Adham Makhadmeh Pimpin Laga Timnas Indonesia vs Australia
Peringkat Timnas Indonesia...
Peringkat Timnas Indonesia Terpaut Jauh dari Australia, Shin Tae-yong: Kami Tidak Gentar
Berita Terkini
4 Fakta Gunung Pickaxe,...
4 Fakta Gunung Pickaxe, Fasilitas Rahasia Nuklir Iran yang Jadi Target Serangan AS
20 menit yang lalu
Siapa Khalil al-Hayya?...
Siapa Khalil al-Hayya? Pemimpin Baru Hamas yang Dikenal sebagai Tangan Kanan Iran di Gaza
1 jam yang lalu
Presiden Zelensky Akan...
Presiden Zelensky Akan Memiliki Pesaing Politik yang Kuat, Ini 5 Pemicunya
3 jam yang lalu
Serangan AS ke Iran...
Serangan AS ke Iran Tak Punya Strategi, Apakah Trump Sudah Putus Asa?
4 jam yang lalu
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
6 jam yang lalu
Trump Setujui Arab Saudi...
Trump Setujui Arab Saudi Perkaya Uranium, Mungkinkan Riyadh Memiliki Bom Nuklir?
7 jam yang lalu
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved