AS, Korsel & Jepang gelar latihan AL gabungan
Kamis, 10 Oktober 2013 - 15:40 WIB
AS, Korsel & Jepang gelar latihan AL gabungan
A
A
A
Sindonews.com - Amerika Serikat (AS)tak menghiraukan peringatan dari Pemerintah Korea Utara (Korut) dan tetap meluncurkan latihan Angkatan Laut (AL) trilateral dengan Korea Selatan (Korsel) dan Jepang, Kamis (10/10/2013). Yonhap, kantor berita Korsel mengabarkan, selain kapal USS George Washington, AS juga menyertakan kapal yang dipandu dengan rudal, helikopter anti-kapal selam dan pesawat peringatan dini dalam latihan itu.
Juru Bicara Kementerian Pertahanan Korsel, Wong Wi-seop mengatakan, latihan militer gabungan ini berlangsung selama dua hari dengan melibatkan kapal induk bertenaga nuklir AS, USS George Washington dan sejumlah kapal milik Angkatan Laut (AL) Jepang. Semua kapal itu telah berlayar menuju sisi selatan Semenanjung Korea.
"Latihan tahunan ini bertujuan melatih operasi pencarian dan penyelamatan untuk tujuan meningkatkan kesiapan menghadapi bencana kemanusiaan," ungkap Wi-seop.
Seperti diketahui, latihan gabungan ini menuai kecaman Korut. Korut menilai AS lebih fokus pada latihan AL trilateral yang memicu provokasi militer, ketimbang dialog dengan Korut. "Washington telah meningkatkan ketegangan di Semenanjung Korea dengan merencanakan latihan AL dengan Jepang dan Korsel yang melibatkan sebuah kapal induk dan strategi bersama menentang senjata nuklir," ungkap Jubir Kemlu Korut.
"Washington telah menolak permintaan resmi kami untuk mengadakan pembicaraan dan negosiasi tanpa prasyarat untuk menjamin perdamaian dan stabilitas di Semenanjung Korea, demi fokus pada provokasi militer," terang Jubir Kemlu Korut. "Pyongyang sangat siap untuk dua hal, dialog dan konfrontasi," imbuhnya.
Juru Bicara Kementerian Pertahanan Korsel, Wong Wi-seop mengatakan, latihan militer gabungan ini berlangsung selama dua hari dengan melibatkan kapal induk bertenaga nuklir AS, USS George Washington dan sejumlah kapal milik Angkatan Laut (AL) Jepang. Semua kapal itu telah berlayar menuju sisi selatan Semenanjung Korea.
"Latihan tahunan ini bertujuan melatih operasi pencarian dan penyelamatan untuk tujuan meningkatkan kesiapan menghadapi bencana kemanusiaan," ungkap Wi-seop.
Seperti diketahui, latihan gabungan ini menuai kecaman Korut. Korut menilai AS lebih fokus pada latihan AL trilateral yang memicu provokasi militer, ketimbang dialog dengan Korut. "Washington telah meningkatkan ketegangan di Semenanjung Korea dengan merencanakan latihan AL dengan Jepang dan Korsel yang melibatkan sebuah kapal induk dan strategi bersama menentang senjata nuklir," ungkap Jubir Kemlu Korut.
"Washington telah menolak permintaan resmi kami untuk mengadakan pembicaraan dan negosiasi tanpa prasyarat untuk menjamin perdamaian dan stabilitas di Semenanjung Korea, demi fokus pada provokasi militer," terang Jubir Kemlu Korut. "Pyongyang sangat siap untuk dua hal, dialog dan konfrontasi," imbuhnya.
(esn)