Kenang penembakan, Malala: Saya belum layak dapat nobel

Rabu, 09 Oktober 2013 - 17:43 WIB
Kenang penembakan, Malala:...
Kenang penembakan, Malala: Saya belum layak dapat nobel
A A A
Sindonews.com – Hari ini (9/10/2013), tepat satu tahun kepala Malala Yousafzai, 16, gadis Pakistan ditembak militan Taliban. Pada momen setahun penembakan itu pula, Malala dinominasikan sebagai calon penerima nobel.

Namun, Malala yang telah meluncurkan buku berupa memoar penembakan yang dialaminya itu, mengaku dia belum pantas untuk menerima nobel. Dalam sebuah wawancara dengan stasiun radio Pakistan, City89 FM , Malala ingin terus mengkampanyekan pendidikan untuk anak-anak perempuan di Pakistan.

”Ada banyak orang yang berhak menerima Nobel Perdamaian dan saya berpikir bahwa saya masih harus bekerja banyak. Menurut pendapat saya, saya tidak melakukan banyak dan belum layak untuk memenangkan Hadiah Nobel Perdamaian,” ujarnya.

Setahun lalu, gadis itu ditembak di bagian kepalanya oleh militan Taliban saat naik bus, dalam perjalanan pulang sekolah ke rumahnya. Malala kemudian dibawa ke Inggris untuk dioperasi, dan nyawanya berhasil diselamatkan.

Saat ini, dia dan keluarganya menetap di Birmingham, Inggris. Dia beberapa hari lalu, kembali mendapat ancaman dari Taliban, bahwa dia akan dibunuh. Juru bicara Taliban Pakistan, Shahidullah Shahid, berbicara via telepon kepada The Telegraph, bahwa Malala tetap tidak akan aman. ”Kami tidak menentang Malala sendiri, tetapi kami menentang ideologinya,” ujar Shahid.

”Siapapun yang kampanye melawan agama dan mengkritik Islam, seperti yang ia lakukan dengan ideologi sekulernya, adalah musuh kita dan jadi kita akan menargetkan lagi, dan lagi,” imbuh Shahid.

”Dia menyerang Islam, jadi kami mencoba untuk membunuhnya, dan jika kita mendapatkan kesempatan lain, kita pasti akan membunuhnya dan itu akan membuat kita merasa bangga. Islam melarang membunuh wanita, tapi kecuali yang mendukung orang-orang kafir, dalam perang melawan agama kami,” imbuh Shahid.

Setahun setelah penembakan, kasus itu tidak pernah ditangani aparat keamanan Pakistan. Mereka takut dengan ancaman Taliban, jika berani memproses tindakan penembakan tersebut.

”Insiden serangan pada dirinya satu tahun yang lalu tak terlupakan. Pendidikan adalah hidup kita dan Malala mengangkat suaranya untuk itu, jadi kami sangat menyukainya,” kata Humera Khan, salah seorang warga Pakistan.
(mas)
Berita Terkait
Indonesia Kirimkan Bantuan...
Indonesia Kirimkan Bantuan untuk Korban Banjir dan Longsor di Pakistan
Ledakan Bom Bunuh Diri...
Ledakan Bom Bunuh Diri Dekat Pos Pemeriksaan Keamanan di Pakistan Barat
Buntut Kecelakaan Pesawat...
Buntut Kecelakaan Pesawat PIA, Pakistan Larang Terbang 262 Pilot
Korban Selamat Pesawat...
Korban Selamat Pesawat PIA: Yang Saya Lihat Hanya Api
Airbus Mulai Selidiki...
Airbus Mulai Selidiki Kecelakaan Pesawat di Pakistan
Kantongi Lisensi Palsu,...
Kantongi Lisensi Palsu, 150 Pilot PIA Dilarang Terbang
Berita Terkini
Sadisnya Tentara Israel...
Sadisnya Tentara Israel Tembak Mati Bayi Palestina di Tepi Barat, IDF Luncurkan Penyelidikan
48 menit yang lalu
Trump Marah dan Ngambek...
Trump Marah dan Ngambek pada Host NBC: Anda Curang atau Bodoh
1 jam yang lalu
Israel Balas Bombardir...
Israel Balas Bombardir Iran, Ledakan Guncang 3 Kota
1 jam yang lalu
IRGC: Rudal-rudal Balistik...
IRGC: Rudal-rudal Balistik Iran Gempur Pangkalan Udara Ramat David Israel
2 jam yang lalu
Gempa Magnitudo 8,1...
Gempa Magnitudo 8,1 Guncang Filipina, Peringatan Tsunami Dikeluarkan, Warga Kocar-kacir Selamatkan Diri
2 jam yang lalu
Rentetan Penembakan...
Rentetan Penembakan Guncang Israel, 1 Tewas, 5 Luka
3 jam yang lalu
Infografis
3 Brigjen Dapat Promosi...
3 Brigjen Dapat Promosi Jabatan Jadi Irjen Pol pada Akhir Februari 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved