Korban tewas gempa Pakistan bertambah jadi 328 jiwa
Kamis, 26 September 2013 - 10:33 WIB

Korban tewas gempa Pakistan bertambah jadi 328 jiwa
A
A
A
Sindonews.com - Jumlah korban tewas gempa berkekuatan 7,7 Skala Richter (SR) yang mengguncang wilayah barat Pakistan bertambah 120 jiwa, menjadi 328 jiwa, Rabu (25/9/2013).
"Saat ini, jumlah korban tewas mencapai 328 jiwa. Sebanyak 160 jiwa berasal dari Kota Awaran, 125 jiwa dari ditrik Awaran dan 43 jiwa dari Kech," ungkap Jan Muhammad Buledi, Juru Bicara Provinsi Balochistan kepada BBC Urdu.
"Jumlah korban tewas mungkin saja bertambah, sementara jumlah korban luka-luka saat ini telah mencapai 440 jiwa," imbuhnya. Buledi mengatakan, gempa berdampak pada kehidupan lebih dari 300 ribu orang dari total enam distrik, yakni Awaran, Kech, Gwadar, Panjgur, Chaghi and Khuzdar di Provinsi Balochistan.
Tidak hanya memakan korban jiwa, gempa juga menimbulkan kerugian meteril bagi warga Pakistan.Pejabat lokal di distrik Awaran, Abdul Rasheed Baluch mengatakan 90 persen rumah penduduk di wilayahnya hancur akibat gempa. Di Desa Dalbedi saja tercatat sebanyak 250 rumah penduduk hancur. Akibatnya banyak korban gempa yang terpaksa bermalam di ruangan terbuka.
"Kami telah kehilangan segalanya, bahkan persediaan makanan kami terkubur lumpur dan dan air, sebab gempa telah membawa muatan yang berlebihan," ungkap Noor Ahmed (45) salah satu korban gempa kepada AFP.
Lebih dari 200 tentara dan tim medis telah dikerahkan dari Ibu Kota Quetta untuk melakukan evakuasi korban gempa. Namun, operasi penyelamatan di wilayah pegunungan terhambat karena komunikasi terputus. Helikopter juga telah dikerahkan untuk memindahkan korban luka parah ke Karachi.
"Fasilitas medis di lokasi gempa sangat minim, tidak cukup ruang untuk mengobati seluruh korban tewas di dalam rumah sakit setempat," terang Buledi.
"Saat ini, jumlah korban tewas mencapai 328 jiwa. Sebanyak 160 jiwa berasal dari Kota Awaran, 125 jiwa dari ditrik Awaran dan 43 jiwa dari Kech," ungkap Jan Muhammad Buledi, Juru Bicara Provinsi Balochistan kepada BBC Urdu.
"Jumlah korban tewas mungkin saja bertambah, sementara jumlah korban luka-luka saat ini telah mencapai 440 jiwa," imbuhnya. Buledi mengatakan, gempa berdampak pada kehidupan lebih dari 300 ribu orang dari total enam distrik, yakni Awaran, Kech, Gwadar, Panjgur, Chaghi and Khuzdar di Provinsi Balochistan.
Tidak hanya memakan korban jiwa, gempa juga menimbulkan kerugian meteril bagi warga Pakistan.Pejabat lokal di distrik Awaran, Abdul Rasheed Baluch mengatakan 90 persen rumah penduduk di wilayahnya hancur akibat gempa. Di Desa Dalbedi saja tercatat sebanyak 250 rumah penduduk hancur. Akibatnya banyak korban gempa yang terpaksa bermalam di ruangan terbuka.
"Kami telah kehilangan segalanya, bahkan persediaan makanan kami terkubur lumpur dan dan air, sebab gempa telah membawa muatan yang berlebihan," ungkap Noor Ahmed (45) salah satu korban gempa kepada AFP.
Lebih dari 200 tentara dan tim medis telah dikerahkan dari Ibu Kota Quetta untuk melakukan evakuasi korban gempa. Namun, operasi penyelamatan di wilayah pegunungan terhambat karena komunikasi terputus. Helikopter juga telah dikerahkan untuk memindahkan korban luka parah ke Karachi.
"Fasilitas medis di lokasi gempa sangat minim, tidak cukup ruang untuk mengobati seluruh korban tewas di dalam rumah sakit setempat," terang Buledi.
(esn)