UE sambut baik laporan PBB soal senjata kimia Suriah
Selasa, 17 September 2013 - 23:19 WIB
UE sambut baik laporan PBB soal senjata kimia Suriah
A
A
A
Sindonews.com – Uni Eropa menyambut baik laporan PBB yang mengkonfirmasikan serangan kimia yang terjadi di Suriah. Menurut Uni Eropa, laporan ini akan "membantu mengidentifikasi para pelaku”.
"Dengan laporan ini, kita sekarang memiliki bukti kuat yang menyatakan bahwa serangan kimia besar-besaran itu dilakukan pada hari itu, dengan penggunaan gas sarin," kata Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Catherine Ashton.
"Laporan ini juga menguatkan dugaan, bahwa roket permukaan ke permukaan yang mengandung gas saraf sarin digunakan di empat wilayah Damaskus pada 21 Agustus. Ini adalah indikasi, bahwa laporan ini akan membantu mengidentifikasi para pelaku," lanjut Ashton, seperti dikutip dari Xinhua.
Sepuluh hari sebelumnya, Ashton sempat menyatakan, bahwa pihaknya mendapat informasi dari beberapa sumber yang mengkonfirmasi, bahwa rezim Suriah bertanggung jawab atas serangan senjata kimia itu. Sebab, rezim Suriah adalah satu-satunya pihak yang memiliki senjata kimia dan sarana pengiriman dalam jumlah yang efisien.
Ashton menegaskan, Uni Eropa berdiri bersama dunia internasional dalam mengutuk serangan mengerikan yang merupakan pelanggaran hukum internasional, kejahatan perang, dan kejahatan terhadap kemanusiaan.
"Tidak akan ada impunitas dan pelaku penyerangan harus bertanggung jawab," katanya. Ashton juga meminta Dewan Keamanan PBB untuk memikul tanggung jawab dalam menyetujui resolusi efektif yang akan mengotorisasi proses untuk memastikan pemusnahan senjata kimia Suriah.
"Dengan laporan ini, kita sekarang memiliki bukti kuat yang menyatakan bahwa serangan kimia besar-besaran itu dilakukan pada hari itu, dengan penggunaan gas sarin," kata Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Catherine Ashton.
"Laporan ini juga menguatkan dugaan, bahwa roket permukaan ke permukaan yang mengandung gas saraf sarin digunakan di empat wilayah Damaskus pada 21 Agustus. Ini adalah indikasi, bahwa laporan ini akan membantu mengidentifikasi para pelaku," lanjut Ashton, seperti dikutip dari Xinhua.
Sepuluh hari sebelumnya, Ashton sempat menyatakan, bahwa pihaknya mendapat informasi dari beberapa sumber yang mengkonfirmasi, bahwa rezim Suriah bertanggung jawab atas serangan senjata kimia itu. Sebab, rezim Suriah adalah satu-satunya pihak yang memiliki senjata kimia dan sarana pengiriman dalam jumlah yang efisien.
Ashton menegaskan, Uni Eropa berdiri bersama dunia internasional dalam mengutuk serangan mengerikan yang merupakan pelanggaran hukum internasional, kejahatan perang, dan kejahatan terhadap kemanusiaan.
"Tidak akan ada impunitas dan pelaku penyerangan harus bertanggung jawab," katanya. Ashton juga meminta Dewan Keamanan PBB untuk memikul tanggung jawab dalam menyetujui resolusi efektif yang akan mengotorisasi proses untuk memastikan pemusnahan senjata kimia Suriah.
(esn)