Menhan AS menentang pemotongan bantuan militer AS ke Mesir

Rabu, 28 Agustus 2013 - 14:35 WIB
Menhan AS menentang...
Menhan AS menentang pemotongan bantuan militer AS ke Mesir
A A A
Sindonews.com - Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS), Chuck Hagel, mengatakan, bahwa dia menentang pemotong bantuan militer AS ke Mesir. Namun, ia juga berjanji Washington akan terus menekan Pemerintah Mesir untuk melakukan rekonsiliasi.

"Pemerintah sementara Mesir harus kembali pada jalur rekonsiliasi, menghentikan kekerasan, meletakan Mesir kembali di jalur ekonomi, dan reformasi demokratis," ungkap Hagel kepada BBC, di sela-sela pertemuan regional Menteri Pertahananan di Brunei, Rabu (28/8/2013).

"Apakah menurut Anda melakukan pemotongan bantuan akan menjadi sebuah keputusan yang terbaik?" tanya Hagel. "Mungkin pada akhrinya itu bisa terjadi, tapi di awal saya tidak berpikir untuk menggunakan pendekatan seperti itu. Kita memang harus memberikan tanggapan dan kita memperjelas apa yang selanjutnya akan terjadi," jelasnya.

Menurut Hagel, tidak menutup kemungkinan pada akhirnya aliran bantuan dana tahunan sebesar USD 1,3 miliar itu akan dihentikan. Tapi, Hagel kembali menyinggung pentingnya keberadaan Mesir di Timur Tengah bagi AS. Menurutnya, Mesir bukan sekedar pihak yang telah menjadi sekutu AS selama bertahun-tahun, tapi juga telah menjadi sumber stabilitas kepentingan AS.

"Sudah berpuluh-puluh tahun kami menjalin kemitraan yang kuat dengan Mesir, sejak menengahi perselisihan Mesir dengan Israel pada 1979 lalu, yang pada dasarnya untuk mencegah perang meluas hingga ke seluruh kawasan," ungkap Hagel.

Hagel mengatakan, sejauh ini Mesir telah menjalankan perannya dengan penuh tanggung jawab, mereka juga telah menjadi mitra yang sangat bertanggung jawab. "AS tidak akan setuju dengan bentuk pemerintahan yang diktator. Tapi, di sisi lain kami tidak ingin melihat disintegrasi hubungan dengan negara yang sangat penting seperti Mesir,"jelasnya.

Mengulang pernyataan awal bulan ini, Hagel mengatakan AS punya pengaruh terbatas atas Mesir. " Kami telah mencoba membantu semampu kami, tapi Anda tidak dapat masuk dan melakukan pemaksaan. Itu semua terserah pada rakyat Mesir, pemerintahan macam apa yang mereka inginkan di masa depan," pungkas Hagel.
(esn)
Berita Terkait
Amerika Serikat Pulangkan...
Amerika Serikat Pulangkan Sarkofagus Kuno ke Mesir
Amerika Serikat Kembalikan...
Amerika Serikat Kembalikan 17.000 Artefak Kuno yang Dijarah ke Irak
Warga AS Dituduh Selundupkan...
Warga AS Dituduh Selundupkan Ratusan Artefak Mesir Melalui Bandara JFK
Blinken Sebut AS dan...
Blinken Sebut AS dan Mesir Bekerja untuk Memastikan Palestina-Israel Hidup dengan Aman
AS: Tidak Ada Indikasi...
AS: Tidak Ada Indikasi Mesir Menyediakan Persenjataan ke Rusia
Suhu Udara di California...
Suhu Udara di California Tembus 100 Derajat Celcius
Berita Terkini
4 Dampak Mengerikan...
4 Dampak Mengerikan Serangan Drone Ukraina ke Rusia, Pilihan Putin Makin Sempit
1 jam yang lalu
China Hukum Mati Mantan...
China Hukum Mati Mantan Pejabat karena Terima Suap Rp5,8 Triliun
1 jam yang lalu
PM India Narendra Modi...
PM India Narendra Modi Disambut Jet F-16 dan Su-30 Indonesia, Diajak ke Candi Prambanan
2 jam yang lalu
4 Sinyal Putin untuk...
4 Sinyal Putin untuk KTT NATO, Kehancuran Kyiv Akibat Serangan Rudal Rusia
2 jam yang lalu
Trump Bela Intervensinya...
Trump Bela Intervensinya yang Batalkan Kartu Merah Striker AS di Piala Dunia
2 jam yang lalu
3 Alasan Pemakaman Khamenei...
3 Alasan Pemakaman Khamenei Bisa Pecahkan Rekor Sejarah, Dihadiri 15 Juta Orang
3 jam yang lalu
Infografis
Daftar Juara Liga Indonesia...
Daftar Juara Liga Indonesia dari Masa ke Masa: Persib Ukir Sejarah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved