PM Pakistan undang kaum militan untuk berdialog
Selasa, 20 Agustus 2013 - 01:12 WIB
PM Pakistan undang kaum militan untuk berdialog
A
A
A
Sindonews.com – Perdana Menteri Pakistan, Nawaz Sharif, pada Senin (19/8/2013), menyerukan dialog dengan kaum militan untuk mengakhiri pertumpahan darah yang telah menyebabkan ribuan orang tewas di negara itu selama satu dekade terakhir.
Sharif melayangkan seruan itu dalam pidato televisi pertamanya sejak ia kembali menduduki kursi Perdana Menteri usai memenangkan pemilihan umum pada Mei lalu. Dala pidato yang berlangsung selama satu jam itu, Sharif membahas berbagai masalah Pakistan.
Selama masa kampanye lalu, Sharif memang telah menawarkan pembicaraan damai dengan Taliban Pakistan dan para pemimpin pemberontakan dalam negeri yang memiliki hubungan dengan al-Qaeda. "Kebijaksanaan menuntut kita untuk mengikuti jalan di mana kita meminimalkan hilangnya nyawa tak berdosa," kata Sharif.
Sharif mengatakan, dia memperluas tawarkan aslinya setelah pemilu untuk mengundang semua partai politik guna bersama-sama membahas bagaimana cara terbaik untuk mengatasi keamanan Pakistan dan keterpurukan ekonomi.
"Kebijakan rekonsiliasi ini tidak terbatas hanya untuk partai politik. Saya mengambil langkah maju dan mengajak dialog semua unsur yang sayangnya telah mengadopsi jalan ekstremisme," tegasnya. Namun, Sharif juga mengatakan, bahwa dialog bukan satu-satunya pilihan.
"Saya ingin mengakhiri terorisme, apakah itu adalah melalui dialog dan rekonsiliasi, atau melalui penggunaan penuh kekuatan," tambahnya.
Sharif melayangkan seruan itu dalam pidato televisi pertamanya sejak ia kembali menduduki kursi Perdana Menteri usai memenangkan pemilihan umum pada Mei lalu. Dala pidato yang berlangsung selama satu jam itu, Sharif membahas berbagai masalah Pakistan.
Selama masa kampanye lalu, Sharif memang telah menawarkan pembicaraan damai dengan Taliban Pakistan dan para pemimpin pemberontakan dalam negeri yang memiliki hubungan dengan al-Qaeda. "Kebijaksanaan menuntut kita untuk mengikuti jalan di mana kita meminimalkan hilangnya nyawa tak berdosa," kata Sharif.
Sharif mengatakan, dia memperluas tawarkan aslinya setelah pemilu untuk mengundang semua partai politik guna bersama-sama membahas bagaimana cara terbaik untuk mengatasi keamanan Pakistan dan keterpurukan ekonomi.
"Kebijakan rekonsiliasi ini tidak terbatas hanya untuk partai politik. Saya mengambil langkah maju dan mengajak dialog semua unsur yang sayangnya telah mengadopsi jalan ekstremisme," tegasnya. Namun, Sharif juga mengatakan, bahwa dialog bukan satu-satunya pilihan.
"Saya ingin mengakhiri terorisme, apakah itu adalah melalui dialog dan rekonsiliasi, atau melalui penggunaan penuh kekuatan," tambahnya.
(esn)