Bom meledak di dalam kereta penumpang di Pakistan
Selasa, 06 Agustus 2013 - 00:20 WIB
Bom meledak di dalam kereta penumpang di Pakistan
A
A
A
Sindonews.com – Sebuah bom meledak di sebuah kereta api penumpang, Shalimar Express, di Pakistan tengah, Senin (5/8/2013). Ledakan bom ini menewaskan seorang balita dan melukai 14 lainnya. Pejabat Pakistan menyebut insiden ini sebagai aksi terorisme.
Bom itu ditempatkan di sebuah toilet dalam rangkaian gerbong yang ditarik Shalimar Express. Insiden terjadi ketika Shalimar Express yang berangkat dari Kota Lahore ke Karachi tengah melintasi sebuah ladang, dekat Kota Toba Tek Singh, di Provinsi Punjab.
"Itu adalah tindakan terorisme. Bom itu ditanam di kamar kecil di sebuah bogie (gerobak)," kata Menteri Kereta Api Pakistan, Saad Rafique, pada wartawan di Lahore. "Empat belas orang telah terluka, tiga dari mereka berada dalam kondisi kritis,” lanjutnya, seperti dikutip dari AFP.
Mohammad Hussain, pengawas medis utama di Rumah Sakit Toba Tek Singh mengatakan, bahwa seorang balita berusia dua setengah tahun tewas di rumah sakit akibat luka-luka yang dideritanya.
Shehzad Asif, Kepala Polisi distrik setempat mengkonfirmasi kematian itu dan mengatakan, bahwa para ahli penjinak bom dan penyidik polisi masih berada di lokasi dan memeriksa sisa-sisa dan pecahan bahan peledak.
Gambar televisi menunjukkan ledakan telah merusak atap gerbong kereta tersebut, tetapi tidak membuat kereta keluar dari rel. Kondisi ini menunjukkan bom tersebut hanya menghasilkan ledakan yang relatif rendah.
Bom itu ditempatkan di sebuah toilet dalam rangkaian gerbong yang ditarik Shalimar Express. Insiden terjadi ketika Shalimar Express yang berangkat dari Kota Lahore ke Karachi tengah melintasi sebuah ladang, dekat Kota Toba Tek Singh, di Provinsi Punjab.
"Itu adalah tindakan terorisme. Bom itu ditanam di kamar kecil di sebuah bogie (gerobak)," kata Menteri Kereta Api Pakistan, Saad Rafique, pada wartawan di Lahore. "Empat belas orang telah terluka, tiga dari mereka berada dalam kondisi kritis,” lanjutnya, seperti dikutip dari AFP.
Mohammad Hussain, pengawas medis utama di Rumah Sakit Toba Tek Singh mengatakan, bahwa seorang balita berusia dua setengah tahun tewas di rumah sakit akibat luka-luka yang dideritanya.
Shehzad Asif, Kepala Polisi distrik setempat mengkonfirmasi kematian itu dan mengatakan, bahwa para ahli penjinak bom dan penyidik polisi masih berada di lokasi dan memeriksa sisa-sisa dan pecahan bahan peledak.
Gambar televisi menunjukkan ledakan telah merusak atap gerbong kereta tersebut, tetapi tidak membuat kereta keluar dari rel. Kondisi ini menunjukkan bom tersebut hanya menghasilkan ledakan yang relatif rendah.
(esn)