Filipina akan minta maaf atas kematian nelayan Taiwan
Senin, 05 Agustus 2013 - 21:18 WIB
Filipina akan minta maaf atas kematian nelayan Taiwan
A
A
A
Sindonews.com – Filipina akan mengirim utusan khusus ke Taiwan untuk meminta maaf atas penembakan fatal seorang nelayan Taiwan, Hung Shih-cheng (65), tiga bulan lalu. Demikian dituturkan oleh Hung Tzu-ching, putri kandung Shih-cheng, Senin (5/8/2013).
Jika terealisasi, pernyataan ini memicu harapan terciptanya langkah damai dan bisa meredakan ketegangan hubungan antara Taiwan dan Filipina.
"Pihak Filipina pihak telah sepakat untuk meminta maaf kepada kami secara umum," ujar Tzu-ching, kepada wartawan di kota Pingtung. Ia menambahkan, bahwa perjanjian tersebut dibuat dengan pengacara yang disahkan oleh pemerintah Filipina.
"Mereka telah sepakat untuk mengirim utusan khusus (atas masalah ini). Kami bersikeras, bahwa perwakilan harus mewakili pemerintah Filipina. Mereka akan membiarkan kita tahu sebelumnya siapa yang akan ditunjuk. Jika kita merasa perwakilan yang ditunjuk sudah sesuai, maka waktu akan diputuskan," lanjutnya, seperti dikutip dari AFP.
Pejabat di Kantor Ekonomi dan Kebudayaan Manila di Taiwan, belum mengeluarkan komentar. Sementara seorang Juru Bicara Kepresidenan Filipina di Manila mengatakan, ia belum mendapat konfirmasi soal hal ini.
Sedangkan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Taiwan, Anna Kao, mengatakan, sengketa itu sedang diproses melalui saluran diplomatik dan hasilnya akan diumumkan ketika telah dicapai kesepakatan.
Kapal yang ditumpangi Shih-cheng ditembaki oleh kapal penjaga pantai Filipina saat memancing di perairan zona ekonomi yang diklaim baik oleh Taiwan dan Filipina. Perairan itu memang hingga kini masih disengketakan oleh kedua negara.
Jika terealisasi, pernyataan ini memicu harapan terciptanya langkah damai dan bisa meredakan ketegangan hubungan antara Taiwan dan Filipina.
"Pihak Filipina pihak telah sepakat untuk meminta maaf kepada kami secara umum," ujar Tzu-ching, kepada wartawan di kota Pingtung. Ia menambahkan, bahwa perjanjian tersebut dibuat dengan pengacara yang disahkan oleh pemerintah Filipina.
"Mereka telah sepakat untuk mengirim utusan khusus (atas masalah ini). Kami bersikeras, bahwa perwakilan harus mewakili pemerintah Filipina. Mereka akan membiarkan kita tahu sebelumnya siapa yang akan ditunjuk. Jika kita merasa perwakilan yang ditunjuk sudah sesuai, maka waktu akan diputuskan," lanjutnya, seperti dikutip dari AFP.
Pejabat di Kantor Ekonomi dan Kebudayaan Manila di Taiwan, belum mengeluarkan komentar. Sementara seorang Juru Bicara Kepresidenan Filipina di Manila mengatakan, ia belum mendapat konfirmasi soal hal ini.
Sedangkan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Taiwan, Anna Kao, mengatakan, sengketa itu sedang diproses melalui saluran diplomatik dan hasilnya akan diumumkan ketika telah dicapai kesepakatan.
Kapal yang ditumpangi Shih-cheng ditembaki oleh kapal penjaga pantai Filipina saat memancing di perairan zona ekonomi yang diklaim baik oleh Taiwan dan Filipina. Perairan itu memang hingga kini masih disengketakan oleh kedua negara.
(esn)