Diyakini selamat, 2 wartawan Perancis yang hilang di Suriah
Minggu, 14 Juli 2013 - 20:48 WIB
Diyakini selamat, 2 wartawan Perancis yang hilang di Suriah
A
A
A
Sindonews.com - Dua wartawan sebuah stasiun radio Prancis yang dilaporkan hilang saat perang pecah di Suriah, Juni lalu, dilaporkan masih hidup, Minggu (14/7/2013). Demikian dilaporkan Menteri Pertahanan Prancis, Jean-Yves Le Drian.
"Beradasarkan sekumpulan inofrmasi yang telah kami peroleh dari banyak informan di lapangan, diyakini dua wartawan itu masih hidup," ungkap Le Drian. "Kami sedang mengupayakan berbagai hal agar mereka segera dibebaskan," lanjutnya.
Koresponden Didier Francois (reporter berpengalaman di daerah konflik) dan Edouard Elias (fotografer) radio Europe 1 diculik saat mereka sedang dalam perjalanan ke Aleppo di Suriah, pada 6 Juni lalu. Pimpinan media tempat mereka bekerja, Jumat (7/6/2013) mengatakan, mereka sudah kehilangan kontak selama 24 jam terakhir dengan dua wartawan tersebut.
Keduanya bekerja di bawah otoritas pemerintah Prancis.Menurut kelompok pengawas media, Reporters Without Borders, sejak awal pemberontakan terhadap rezim Suriah Presiden Bashar al-Assad pada bulan Maret 2011, setidaknya 24 wartawan, termasuk beberapa orang asing telah tewas.
"Beradasarkan sekumpulan inofrmasi yang telah kami peroleh dari banyak informan di lapangan, diyakini dua wartawan itu masih hidup," ungkap Le Drian. "Kami sedang mengupayakan berbagai hal agar mereka segera dibebaskan," lanjutnya.
Koresponden Didier Francois (reporter berpengalaman di daerah konflik) dan Edouard Elias (fotografer) radio Europe 1 diculik saat mereka sedang dalam perjalanan ke Aleppo di Suriah, pada 6 Juni lalu. Pimpinan media tempat mereka bekerja, Jumat (7/6/2013) mengatakan, mereka sudah kehilangan kontak selama 24 jam terakhir dengan dua wartawan tersebut.
Keduanya bekerja di bawah otoritas pemerintah Prancis.Menurut kelompok pengawas media, Reporters Without Borders, sejak awal pemberontakan terhadap rezim Suriah Presiden Bashar al-Assad pada bulan Maret 2011, setidaknya 24 wartawan, termasuk beberapa orang asing telah tewas.
(esn)