Pemberontak Suriah rebut wilayah strategis di Kota Daraa
Jum'at, 28 Juni 2013 - 19:25 WIB
Pemberontak Suriah rebut wilayah strategis di Kota Daraa
A
A
A
Sindonews.com- Gerakan pemberontak Suriah sudah menjangkau perbatasan Yordania, dan berhasil merebut wilayah strategis militer di selatan Kota Daraa, Jumat (28/6/2013). Rami Abdel Rahman, Direktur Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia, mengatakan, perebutan wilayah itu terjadi setelah pertempuran mematikan di sekitar provinsi setempat.
"Pemberontak berhasil menyita dua bangunan pemerintah di Ibu Kota Daraa, dua bangunan itu sebelumnya digunakan oleh rezim tentara Suriah sebagai tempat pengawasan," ungkap Rahman, seperti dilansirNaharnet.
"Kedua gedung itu, adalah wilayah militer yang paling penting yang berhasil direbut pemberontak, setelah mereka bertempur melawan tentara Suriah selama 27 bulan di Dara. Provinsi ini dapat menjadi media utama bagi pemberontak Suriah untuk mendapatkan bantuan senjata dari Yordania menuju ke Ibu Kota Damaskus," terang Rahman.
Menurut Rahman, sebelum kemenangan itu, sedikitnya empat wanita dan empat anak-anak tewas akibat pertempuran tentara dan pemberontak Suriah. Hingga kini, perang saudara di Suriah sudah berlangsung selama 27 bulan.
Meski upaya perdamaian sudah dilakukan beberapa pihak, namun belum ada tanda-tanda pertikaian antara pemberontak dengan pasukan loyalis rezim Presiden Bashar al-Assad akan mereda. Menurut PBB, jumlah korban jiwa akibat konflik ini sudah menyentuh angka 100 ribu jiwa.
"Pemberontak berhasil menyita dua bangunan pemerintah di Ibu Kota Daraa, dua bangunan itu sebelumnya digunakan oleh rezim tentara Suriah sebagai tempat pengawasan," ungkap Rahman, seperti dilansirNaharnet.
"Kedua gedung itu, adalah wilayah militer yang paling penting yang berhasil direbut pemberontak, setelah mereka bertempur melawan tentara Suriah selama 27 bulan di Dara. Provinsi ini dapat menjadi media utama bagi pemberontak Suriah untuk mendapatkan bantuan senjata dari Yordania menuju ke Ibu Kota Damaskus," terang Rahman.
Menurut Rahman, sebelum kemenangan itu, sedikitnya empat wanita dan empat anak-anak tewas akibat pertempuran tentara dan pemberontak Suriah. Hingga kini, perang saudara di Suriah sudah berlangsung selama 27 bulan.
Meski upaya perdamaian sudah dilakukan beberapa pihak, namun belum ada tanda-tanda pertikaian antara pemberontak dengan pasukan loyalis rezim Presiden Bashar al-Assad akan mereda. Menurut PBB, jumlah korban jiwa akibat konflik ini sudah menyentuh angka 100 ribu jiwa.
(esn)