Qatar: Persenjatai pemberontak, bantu capai perdamaian di Suriah
Sabtu, 22 Juni 2013 - 20:58 WIB
Qatar: Persenjatai pemberontak, bantu capai perdamaian di Suriah
A
A
A
Sindonews.com - Perdana Menteri Qatar, Sheikh Hamad bin Jassem al-Thani menyerukan untuk mengirimkan senjata pelontar granat kepada kaum pemberontak Suriah, Sabtu (22/6/2013). Menurutnya, pengiriman senjata itu akan membantu menciptakan keseimbangan militer yang nantinya akan membantu membangun perdamaian.
"Sebuah perdamaian tidak akan terwujud sebelum keseimbangan terjadi di lapangan. Karenanya, rezim Pmerintah Suriah tidak akan mau terpaksa duduk dengan oposisi untuk melakukan perundingan," ungkap Hamad dalam pertemuan tingkat menteri di Doha. "Dengan adanya senjata dan dapat menggunakanya, akan menjadi satu-satunya cara untuk mencapai perdamaian," imbuhnya.
Sejumlah menteri luar negeri dari berbagai negara tengah mengadakan pertemuan di Qatar untuk membahas penambahan bantuan senjata kepada pemberontak Suriah. Sebelumnya, juru bicara pemberontak Suriah mengatakan, pejuang oposisi mengaku telah menerima bantuan senjata jenis baru yang dapat mengubah arah pertempuran.
"Kami telah menerima sejumlah senjata jenis baru dan kami yakin ini membantu mengubah arah pertempuran yang masih berlanjut," ungkap Louay Muqdad, Juru Bicara FSA kepada AFP.
"Sebuah perdamaian tidak akan terwujud sebelum keseimbangan terjadi di lapangan. Karenanya, rezim Pmerintah Suriah tidak akan mau terpaksa duduk dengan oposisi untuk melakukan perundingan," ungkap Hamad dalam pertemuan tingkat menteri di Doha. "Dengan adanya senjata dan dapat menggunakanya, akan menjadi satu-satunya cara untuk mencapai perdamaian," imbuhnya.
Sejumlah menteri luar negeri dari berbagai negara tengah mengadakan pertemuan di Qatar untuk membahas penambahan bantuan senjata kepada pemberontak Suriah. Sebelumnya, juru bicara pemberontak Suriah mengatakan, pejuang oposisi mengaku telah menerima bantuan senjata jenis baru yang dapat mengubah arah pertempuran.
"Kami telah menerima sejumlah senjata jenis baru dan kami yakin ini membantu mengubah arah pertempuran yang masih berlanjut," ungkap Louay Muqdad, Juru Bicara FSA kepada AFP.
(esn)