Aktivis veteran sebut Myanmar masih butuh oposisi

Senin, 10 Juni 2013 - 12:38 WIB
Aktivis veteran sebut...
Aktivis veteran sebut Myanmar masih butuh oposisi
A A A
Sindonews.com - Dipenjara hampir dua dekade karena melawan junta, veteran pembangkang, Win Tin, mengatakan, gerakan pro-demokrasi Myanmar jangn lupa perannya sebagai oposisi, meski negara itu mengalami perubahan politik yang dramatis.

Win Tin dibebaskan pada 2008, setelah Partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) yang ia dirikan 25 tahun yang lalu sukses mengantarkan Aung San Suu Kyi ke tampuk kekuasaan politik yang sah di Parlemen. Suu Kyi juga mengincar kursi presiden untuk tahun 2015, terlihat duduk bersama jenderal di sebuah parade militer pada Maret silam.

Tapi Win Tin, 84, mengkritik, bahwa ada keraguan dalam strategi partainya. ”Dia (Suu Kyi) adalah pemimpin tertinggi dan seorang pemimpin yang sangat mampu. Dia adalah satu-satunya yang dapat menjaga Myanmar bersatu dan yang bisa membawa demokrasi,” katanya dalam sebuah wawancara dengan AFP di rumahnya, di Yangon.

”Kita harus mendukung, tapi kita tidak boleh lupa kita berada di pihak oposisi,” lanjut Win Tin. ”Dia ingin menjadi presiden setelah Pemilu. Orang-orang tampaknya berpikir tidak akan ada pertentangan. Tapi, saya tidak dapat menerima gagasan itu."

Pemerintah Presiden Thein Sein mengambil kekuasaan pada Maret 2011 dari otortiter pemerintahan militer. Suu Kyi yang saat itu menjalani tahanan rumah, dibebaskan dan terpilih sebagai anggota parlemen.

Win Tin mengkritik sikap Suu Kyi yang mau duduk berdampingan di parlemen dengan beberapa mantan penculiknya tanpa menunjukkan adanya rasa keprihatinan yang jelas. ”Dia adalah binatang politik,” sebut dia.
(esn)
Berita Terkait
Pakar PBB: Junta Myanmar...
Pakar PBB: Junta Myanmar Lakukan Kejahatan terhadap Kemanusiaan Sejak Kudeta
Sudah Bisa Ditebak,...
Sudah Bisa Ditebak, Partai Pro-militer Myanmar Menang Pemilu
PM Myanmar: Tidak Ada...
PM Myanmar: Tidak Ada Satu Kekuatan Pun yang Boleh Mengendalikan Dunia
Myanmar Akan Gelar Pemilu...
Myanmar Akan Gelar Pemilu pada Desember 2025
Terjebak Semalaman,...
Terjebak Semalaman, Demonstran Myanmar Berhasil Lolos dari Kepungan Pasukan Keamanan
Berlutut Hadang Polisi...
Berlutut Hadang Polisi Myanmar, Biarawati: Tembak Aku Saja
Berita Terkini
Eks Kepala AL Jerman:...
Eks Kepala AL Jerman: Uni Eropa Bisa 'Berjalan Tanpa Sadar' Menuju Perang Melawan Rusia
15 menit yang lalu
Dari Infrastruktur ke...
Dari Infrastruktur ke AI, China Terus Perkuat Pengaruh di Pakistan
55 menit yang lalu
Trump Mendadak Batal...
Trump Mendadak Batal Bombardir Iran Besar-besaran, Israel Terkejut
1 jam yang lalu
Israel Kucurkan Rp917...
Israel Kucurkan Rp917 Miliar untuk Bangun 69 Permukiman Ilegal di Tepi Barat
10 jam yang lalu
Trump Murka, AS akan...
Trump Murka, AS akan Serang Iran dengan Sangat Keras Malam Ini
11 jam yang lalu
Iran Tinjau Lagi Perundingan...
Iran Tinjau Lagi Perundingan dengan AS setelah Eskalasi Terbaru
12 jam yang lalu
Infografis
Mantan Panglima Militer...
Mantan Panglima Militer Israel Sebut Netanyahu Musuh Zionis
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved