Karzai minta Inggris segera bebaskan tahanan Afghanistan
Minggu, 09 Juni 2013 - 21:52 WIB
Karzai minta Inggris segera bebaskan tahanan Afghanistan
A
A
A
Sindonews.com – Presiden Afghanistan, Hamid Karzai menuntut Inggris dalam waktu dua pekan mendatang membebaskan lebih dari 80 tawanan perang Afghanistan yang masih ditahan di sebuah pangkalan Inggris, di selatan Afghanistan.
Seperti dilaporkan Reuters, Sabtu (8/6/2013), Karzai mengatakan penahanan itu melawan hukum dan pelanggaran kedaulatan Afghanistan. Pernyataan Karzai ini disampaikan oleh Penasehat Keamanan Nasional Afghanistan, Rangin Spanta Datfar.
“Datfar berbicara kepada Kedutaan Besar Inggris di Kabul dan meminta para tahanan dibebaskan pada 22 Juni,” kata sebuah pernyataan dari Juru Bicara Karzai, Aimal Faizi. "Melanjutkan penahanan warga Afghanistan oleh pasukan Inggris, akan menjadi pelanggaran kedaulatan nasional dan hukum negara kita," kata Faizi.
Masalah transfer tahanan adalah iritasi dalam hubungan antara Karzai dan pendukung Barat-nya, dan telah menjadi lebih jelas sebagai pasukan internasional pimpinan NATO bersiap untuk menarik sebagian besar pasukannya pada akhir tahun depan.
Bulan lalu, sebuah firma hukum Inggris mengatakan, penahanan 85 warga Afghanistan selama 14 bulan di Kamp penjara Bastion yang dikuasai Inggris di provinsi Helmand, telah melanggar hukum Inggris dan internasional.
Seperti dilaporkan Reuters, Sabtu (8/6/2013), Karzai mengatakan penahanan itu melawan hukum dan pelanggaran kedaulatan Afghanistan. Pernyataan Karzai ini disampaikan oleh Penasehat Keamanan Nasional Afghanistan, Rangin Spanta Datfar.
“Datfar berbicara kepada Kedutaan Besar Inggris di Kabul dan meminta para tahanan dibebaskan pada 22 Juni,” kata sebuah pernyataan dari Juru Bicara Karzai, Aimal Faizi. "Melanjutkan penahanan warga Afghanistan oleh pasukan Inggris, akan menjadi pelanggaran kedaulatan nasional dan hukum negara kita," kata Faizi.
Masalah transfer tahanan adalah iritasi dalam hubungan antara Karzai dan pendukung Barat-nya, dan telah menjadi lebih jelas sebagai pasukan internasional pimpinan NATO bersiap untuk menarik sebagian besar pasukannya pada akhir tahun depan.
Bulan lalu, sebuah firma hukum Inggris mengatakan, penahanan 85 warga Afghanistan selama 14 bulan di Kamp penjara Bastion yang dikuasai Inggris di provinsi Helmand, telah melanggar hukum Inggris dan internasional.
(esn)