Inggris: Assad harus berikan akses tak terbatas kepada PBB

Rabu, 05 Juni 2013 - 17:41 WIB
Inggris: Assad harus...
Inggris: Assad harus berikan akses tak terbatas kepada PBB
A A A
Sindonews.com - William Hague, Menteri Luar Negeri Inggris mengatakan, Pemerintah Suriah harus memberikan akses tak terbatas kepada tim investigasi PBB. Ungkapan tersebut disampaikan, setelah Prancis mengumumkan bahwa mereka memiliki bukti, bahwa rezim Pemerintah Suriah Bashar al-Assad telah menggunakan gas sarin untuk melawan pemberontak.

Seperti diketahui, Laurent Fabius, Menteri Luar Negeri Perancis mengungkapkan, berdasarkan hasil tes laboratorium lokal yang telah dilakukan, menunjukan kalau gas kimia telah beberapa kali digunakan. Hague sendiri prihatin dengan laporan temuan tersebut.

"Sejumlah kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan, penggunaan senjata kimia, pemerkosaan, pembunuhan, dan eksekusi yang benar-benar mengerikan dan menggarisbawahi kebutuhan mendesak solusi politik untuk mengakhiri konflik di Suriah," ujarnya.

Hague lantas mengutuk bukti pelanggaran HAM yang dilakukan oleh semua pihak di Suriah. Tapi, dia menekankan bahwa pihak yang paling bertanggung jawab atas jatuhnya korban jiwa adalah rezim Assad. Oleh sebab itu, sekali lagi pemerintah Inggris menyerukan pasukan Assad yang masih mengepung wilayah Qusayr dan mencegah langkah sejumlah badan kemanusiaan membantu ribuah korban luka-luka dalam kota tersebut.

"Pemberitahuan yang diungkapkan oleh Pemerintah Prancis, bahwa rezim itu telah mengunakan gas saraf mematikan, menunjukan skala kekejaman yang menjadi semakin jelan," ungkap Hague, seperti dilansir AFP, Selasa (5/6/2013).

"Pengumuman itu semakin menambah bobot, bahwa penyelidikan penuh tanpa hambatan atas semua insiden yang relevan memang dibutuhkan," ungkap Hague."Tim harus diizinkan untuk memiliki akses yang tidak terbatas untuk menyelidiki kondisi yang terjadi di lapangan dan kami menyerukan kepada rezim Assad untuk bekerjasama secara penuh di lapangan," pungkas Hague.
(esn)
Berita Terkait
Pengadilan Inggris Tetapkan...
Pengadilan Inggris Tetapkan Shamima Begum Bisa Kembali dari Suriah
Assad Punya Rp1,1 Triliun...
Assad Punya Rp1,1 Triliun di Rekening Bank Inggris yang Dibekukan
Inggris Potong Bantuan,...
Inggris Potong Bantuan, 40 Ribu Anak Suriah Berhenti Sekolah
Inggris Dilaporkan Selidiki...
Inggris Dilaporkan Selidiki Istri Assad atas Tuduhan Kejahatan Perang
Kisah Maya Ghazal, Pengungsi...
Kisah Maya Ghazal, Pengungsi Cantik Pertama di Dunia yang Jadi Pilot Penerbangan
Intelijen AS dan Inggris...
Intelijen AS dan Inggris Minta ISIS Serang Pangkalan Militer Rusia di Suriah
Berita Terkini
Tiru Israel, Taiwan...
Tiru Israel, Taiwan Gunakan AI untuk Rekrut Informan dan Whistleblower China
58 menit yang lalu
Beijing: Asing Mata-matai...
Beijing: Asing Mata-matai China, Gunakan Kura-kura dan Ikan yang Dipasang Sensor
1 jam yang lalu
Pemimpin Oposisi Zionis:...
Pemimpin Oposisi Zionis: Kesepakatan Damai AS-Iran Berarti Tak Satu Pun Tujuan Perang Israel Tercapai
2 jam yang lalu
Perseteruan Memanas,...
Perseteruan Memanas, Jet Tempur Swedia Cegat Pesawat Militer Rusia
3 jam yang lalu
Jenderal Jerman Duga...
Jenderal Jerman Duga Rusia Bakal Kerahkan Senjata Nuklir ke Luar Angkasa, Bisa Picu Kiamat Satelit
3 jam yang lalu
Perempuan Cantik Ini...
Perempuan Cantik Ini Tewas dalam Atraksi Lompat Jembatan 30 Meter karena Petugas Lupa Pasang Tali Pengaman
4 jam yang lalu
Infografis
Reaksi PBB atas Tumbangnya...
Reaksi PBB atas Tumbangnya Rezim Bashar al-Assad di Suriah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved