Inggris Dilaporkan Selidiki Istri Assad atas Tuduhan Kejahatan Perang

Senin, 15 Maret 2021 - 03:00 WIB
loading...
Inggris Dilaporkan Selidiki...
Layanan Polisi Metropolitan London dilaporkan telah meluncurkan penyelidikan awal terhadap Asma Assad atas tuduhan menghasut dan mendorong tindakan teroris. Foto/Ist
A A A
LONDON - Layanan Polisi Metropolitan London dilaporkan telah meluncurkan penyelidikan awal terhadap Asma Assad. Istri dari Bashar al-Assad diselidiki atas tuduhan menghasut dan mendorong tindakan teroris selama konflik sipil yang didukung pihak luar negeri selama satu dekade di Suriah .

Asma lahir di Inggris dari orang tua Suriah dan memiliki kewarganegaraan Suriah, dan Inggris. Sejak 2012, Dia berada di bawah sanksi Uni Eropa (UE) dan meskipun perjalanannya ke Eropadibatasi, dia tetap dapat mengunjungi negara kelahirannya.

“Kami dapat mengonfirmasi bahwa Met’s War Crimes Unit, bagian dari Komando Kontra Terorisme, menerima rujukan pada 31 Juli 2020 terkait dengan konflik Suriah yang sedang berlangsung. Rujukan sedang dalam proses penilaian oleh petugas dari Unit Kejahatan Perang,” kata juru bicara polisi dalam sebuah pernyataan.

Menurut laporan Sunday Times, seperti dilansir Sputnik pada Senin (15/3/2021), pihak yang melaporkan Asma adalah kelompok advokasi hukum Guernica 37. Kelompok itu menilai Asma sebagai salah satu dari beberapa aktor berpengaruh yang mendorong kejahatan perang" di Suriah.

Guernica 37 adalah kelompok, yang menggambarkan dirinya sebagai inisiatif internasional yang mempertemukan litigator berpengalaman, penyelidik dan profesional lainnya yang bekerja untuk membawa pelaku kejahatan internasional dan pelanggaran berat HAM ke pengadilan. Kelompok itu memiliki kantor di London, Madrid dan San Francisco.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Raja Charles Kehilangan...
Raja Charles Kehilangan Gelar Bersejarah Pembela Iman
Inggris Akan Ganti 6...
Inggris Akan Ganti 6 Kapal Perusak Tua dengan 6 Kapal Perang Hibrida Pengendali Drone
Setelah Mundur, PM Inggris...
Setelah Mundur, PM Inggris Starmer Incar Sekjen NATO
Inggris Sekarang Tanpa...
Inggris Sekarang Tanpa Kapal Selam Serang Nuklir Aktif, Jadi Tak Berdaya Melawan Rusia
6 Fakta NATO Jelang...
6 Fakta NATO Jelang KTT Ankara, Memiliki 3,3 Juta Prajurit dan Anggaran Militer Terbesar di Dunia
Pengadilan Inggris Butuh...
Pengadilan Inggris Butuh 300 Tahun untuk Selesaikan Tumpukan Kasus
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
WHO: Gelombang Panas...
WHO: Gelombang Panas Eropa Sebabkan 1.300 Kematian, Terbanyak di Prancis
Israel Incar Pemimpin...
Israel Incar Pemimpin Iran Mojtaba Khamenei, Siap Perang Lagi 
Rekomendasi
Tak Hanya Andalkan Teknologi,...
Tak Hanya Andalkan Teknologi, KAI Bangun Loyalitas via Pelayanan Berkualitas
Pastikan Jokowi Hadiri...
Pastikan Jokowi Hadiri Sidang Roy Suryo dan Dokter Tifa, Andi Azwan: untuk Buktikan Keaslian Ijazah
Kontroversi Piala Dunia...
Kontroversi Piala Dunia 2026: Iran Kecam Pejabat AS yang Ejek Kegagalan Team Melli
Berita Terkini
Dewan Perdamaian Ungkap...
Dewan Perdamaian Ungkap Kendaraan Taktis Pertama Tiba di Pangkalan Multinasional Dekat Gaza
Jumlah Korban Tewas...
Jumlah Korban Tewas Akibat Gempa Bumi Venezuela Meningkat Jadi 1.943 Jiwa
Oman Tawarkan Rencana...
Oman Tawarkan Rencana Pasca-Konflik pada AS tentang Biaya Melewati Selat Hormuz
2 Negara Muslim Ini...
2 Negara Muslim Ini Saling Serang, Ini 7 Alasan Konflik Itu Tak Mudah Diselesaikan
Rusia Sedang Dibakar...
Rusia Sedang Dibakar Ukraina, Putin Tidak Akan Gentar
Bagaimana Iran Menggunakan...
Bagaimana Iran Menggunakan Strategi Ubur-ubur untuk Menjatuhkan Jet Tempur AS?
Infografis
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved