Pemerintah Suriah kecam putusan UE cabut embargo senjata
Rabu, 29 Mei 2013 - 02:12 WIB
Pemerintah Suriah kecam putusan UE cabut embargo senjata
A
A
A
Sindonews.com – Kementerian Luar Negeri Suriah mengecam keputusan Uni Eropa mencabut embargo senjata terhadap kaum oposisi negeri itu. Kemenlu Suriah menyatakan, putusan Uni Eropa itu menghambat upaya internasional untuk menyelesaikan krisis politik Suriah.
"Sementara menjaga sanksi ekonomi yang dikenakan pada rakyat Suriah, Uni Eropa mengizinkan beberapa anggotanya untuk memberi senjata kepada teroris di Suriah. Ini bertentangan dengan apa yang mereka klaim tentang kekhawatiran mereka terhadap kepentingan rakyat Suriah," kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan, Selasa (28/5/2013).
Seperti diketahui, seluruh anggota Uni Eropa menyatakan sepakat untuk mencabut embargo senjata terhadap Suriah. Langkah ini diambil demi mempersenjatai pemberontak. Kesepakatan itu tercapai setelah Dewan Urusan Luar Negeri UE menggelar pertemuan bersama selama 12 jam di Brussels, Belgia, Senin (27/5/2013).
Meski demikian, dari 27 anggota UE tidak ada satu pun yang berniat mengirimkan senjata kepada pemberontak dalam waktu dekat. Sejumlah menteri berjanji untuk tidak menyalahgunakan kesepakatan itu dan tetap mematuhi aturan UE yang berlaku atas eskpor senjata.
Hal itu dilakukan karena mereka takut langkah itu akan akan menggagalkan konferensi internasional untuk Suriah, sebuah inisatif perdamaian yang digagas oleh pemerintah Rusia dan Amerika Serikat (AS) untuk menyelesaikan konflik Suriah lewat jalur politik.
"Sementara menjaga sanksi ekonomi yang dikenakan pada rakyat Suriah, Uni Eropa mengizinkan beberapa anggotanya untuk memberi senjata kepada teroris di Suriah. Ini bertentangan dengan apa yang mereka klaim tentang kekhawatiran mereka terhadap kepentingan rakyat Suriah," kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan, Selasa (28/5/2013).
Seperti diketahui, seluruh anggota Uni Eropa menyatakan sepakat untuk mencabut embargo senjata terhadap Suriah. Langkah ini diambil demi mempersenjatai pemberontak. Kesepakatan itu tercapai setelah Dewan Urusan Luar Negeri UE menggelar pertemuan bersama selama 12 jam di Brussels, Belgia, Senin (27/5/2013).
Meski demikian, dari 27 anggota UE tidak ada satu pun yang berniat mengirimkan senjata kepada pemberontak dalam waktu dekat. Sejumlah menteri berjanji untuk tidak menyalahgunakan kesepakatan itu dan tetap mematuhi aturan UE yang berlaku atas eskpor senjata.
Hal itu dilakukan karena mereka takut langkah itu akan akan menggagalkan konferensi internasional untuk Suriah, sebuah inisatif perdamaian yang digagas oleh pemerintah Rusia dan Amerika Serikat (AS) untuk menyelesaikan konflik Suriah lewat jalur politik.
(esn)