Meningkat, jumlah pengungsi Suriah yang coba masuk ke Eropa
Jum'at, 19 April 2013 - 02:18 WIB
Meningkat, jumlah pengungsi Suriah yang coba masuk ke Eropa
A
A
A
Sindonews.com – Jumlah pengungsi Suriah yang mencoba masuk ke Uni Eropa (UE) pada 2012 silam melonjak dibanding tahun sebelumnya. Demikian dilaporkan Frontex, sebuah lembaga di UE yang mengawasi control perbatasan di blok itu, Kamis (18/4/2013).
“Jumlah pengungsi Suriah yang mencoba masuk ke UE secara ilegal telah meningkat lima kali lipat pada 2012 dibanding tahun sebelumnya,” sebut laporan Frontex, seperti dikutip dari Reuters.
Menurut laporan itu, hampir 8.000 warga Suriah yag tak memiliki visa dan beberapa di antaranya berbekal paspor palsu, mencoba untuk menyeberangi perbatasan Yunani dan Bulgaria untuk mencapai negara kaya di UE, seperti Jerman dan Swedia.
“Peningkatannya sangat besar pada 2012. Sementara pada 2011, hanya ada 1.600 pengungsi Suriah yang mencoba masuk ke UE,” lanjut Frontex. Sebagian besar pengungsi ini mencoba melarikan diri dari perang saudara di negara mereka yang sudah berlangsung selama hampir dua tahun.
Kebanyakan dari warga Suriah yang melarikan diri itu menggunakan bus dan mobil melalui Turki dan Yunani. Yunani telah lama menjadi pintu gerbang utama ke Uni Eropa bagi para imigran dari Timur Tengah.
Namun, krisis ekonomi membuat Yunani kian mengetatkan penjagaan di sepanjang perbatasan mereka. Kondisi ini memaksa para pengungsi Suriah mengalihkan rute pelarian mereka melalui Bulgaria. Begitu mereka mencapai UE, sebagian besar pengungsi Suriah mengajukan suaka ke Swedia atau Jerman, yang secara otomatis memberikan status pengsungsi bagi warga Suriah atau perlindungan saat kedatangan.
“Jumlah pengungsi Suriah yang mencoba masuk ke UE secara ilegal telah meningkat lima kali lipat pada 2012 dibanding tahun sebelumnya,” sebut laporan Frontex, seperti dikutip dari Reuters.
Menurut laporan itu, hampir 8.000 warga Suriah yag tak memiliki visa dan beberapa di antaranya berbekal paspor palsu, mencoba untuk menyeberangi perbatasan Yunani dan Bulgaria untuk mencapai negara kaya di UE, seperti Jerman dan Swedia.
“Peningkatannya sangat besar pada 2012. Sementara pada 2011, hanya ada 1.600 pengungsi Suriah yang mencoba masuk ke UE,” lanjut Frontex. Sebagian besar pengungsi ini mencoba melarikan diri dari perang saudara di negara mereka yang sudah berlangsung selama hampir dua tahun.
Kebanyakan dari warga Suriah yang melarikan diri itu menggunakan bus dan mobil melalui Turki dan Yunani. Yunani telah lama menjadi pintu gerbang utama ke Uni Eropa bagi para imigran dari Timur Tengah.
Namun, krisis ekonomi membuat Yunani kian mengetatkan penjagaan di sepanjang perbatasan mereka. Kondisi ini memaksa para pengungsi Suriah mengalihkan rute pelarian mereka melalui Bulgaria. Begitu mereka mencapai UE, sebagian besar pengungsi Suriah mengajukan suaka ke Swedia atau Jerman, yang secara otomatis memberikan status pengsungsi bagi warga Suriah atau perlindungan saat kedatangan.
(esn)