24 tahanan Guantanamo gelar aksi mogok makan

Rabu, 20 Maret 2013 - 15:29 WIB
24 tahanan Guantanamo...
24 tahanan Guantanamo gelar aksi mogok makan
A A A
Sindonews.com - Sejumlah tahanan di penjara Amerika Serikat di Teluk Guantanamo, Kuba, melancarkan aksi mogok makan. Dikabarkan, aksi tersebut merupakan bentuk protes terhadap pengelola penjara yang menyita barang-barang pribadi milik sejumlah tahanan. Pengelola penjara juga dituding tidak menghargai Al-Quran.

Kapten Angkatan Laut Robert Durand, Juru Bicara Penjara Guantanamo mengkonfirmasi hal ini. Menurutnya, jumlah tahanan yang melakukan aksi mogok makan telah meningkat sejak pekan lalu. "Hari ini terdapat 24 tahanan yang melakukan aksi mogok makan," ungkap Durand, seperti dilansir Presstv, Selasa (19/3/2013).

Dalam kesempatan itu, Durand juga membantah bahwa kesehatan para tahanan memburuk, setelah melancarkan aksi mogok makan.

Pada 11 Maret lalu, sejumlah pengacara yang ditunjuk sebagai pengacara tahanan yang menggelar aksi mogok makan mengatakan, klien mereka melakukan aksi tersebut karena sipir penjara sejak 6 Februari lalu menyita barang-barang pribadi, seperti CD, buku, selimut, dan surat hukum.

Sementara itu, kelompok aktivis hak asasi manusia menuduh petugas penjara menyepelekan aksi mogok makan para tahanan. Para aktivis mengatakan, berat badan beberapa tahanan telah menyusut antara sembilan sampai 22 kilogram.

"Para tahanan menyadari, bahwa pihak penjara telah menyangkal aksi protes secara damai. Penyangkalan tersebut mendorong para tahanan untuk melawan dengan cara yang lebih keras, yakni dengan menggelar aksi mogok makan," ungkap kata Farah Omah dari Pusat Hak Konstitusional (CCR).

Omah mengatakan, sikap pengelola Penjara Guantanamo yang tidak bertanggung jawab dan menyepelekan tingkat keparahan dari aksi mogok makan ini hanya akan membahayakan kondisi kesehatan para tahanan.

Aksi mogok makan bukan kali pertama terjadi di Penjara Guantanamo. Pada musim panas 2005 lalu, 166 tahanan melancarkan aksi mogok makan massal. Guna mencegah para tahanan mati kelaparan saat menggelar aksinya, pengelola penjara memberikan infus pada para tahanan.
(esn)
Berita Terkait
Dituduh Terima 300 Drone...
Dituduh Terima 300 Drone dari Rusia, Kuba Bersumpah Akan Musnahkan Penjajah AS
Raul Castro Mengundurkan...
Raul Castro Mengundurkan Diri Sebagai Ketua Partai Komunis Kuba
Rusia: AS Terus Mencekik...
Rusia: AS Terus Mencekik Kuba
Jenderal Bolivia yang...
Jenderal Bolivia yang Menangkap Che Guevara Meninggal Dunia
Kuba: AS Lakukan Kampanye...
Kuba: AS Lakukan Kampanye Kotor Terhadap Bantuan Medis Kami
Kedubesnya Diberondong...
Kedubesnya Diberondong Tembakan, Kuba Salahkan Trump
Berita Terkini
Gunakan Semut Jadi Hiasan...
Gunakan Semut Jadi Hiasan Makanan, Pemilik Restoran Berbintang Michelin Ini Dipenjara
1 jam yang lalu
Apa Itu Kokushobi? Cuaca...
Apa Itu Kokushobi? Cuaca Ekstrem yang Terjadi Pertama Kalinya di Jepang
2 jam yang lalu
Anggaran Perang AS Membengkak,...
Anggaran Perang AS Membengkak, Pakar Militer Ini Sebut Pentagon Kurang Transparan
3 jam yang lalu
Sistem Pertahanan Udara...
Sistem Pertahanan Udara Sudah Diaktifkan, tapi Belum Ada Serangan AS ke Teheran
4 jam yang lalu
CIA Akui Agresi AS ke...
CIA Akui Agresi AS ke Iran Gagal Total, Ini 4 Indikatornya
5 jam yang lalu
Terowongan Runtuh Akibat...
Terowongan Runtuh Akibat Ledakan Pipa Gas di India, 12 Orang Tewas
6 jam yang lalu
Infografis
10 Tokoh Dianugerahi...
10 Tokoh Dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional Tahun 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved