Presiden Pakistan desak AS revisi kebijakan serangan drone

Kamis, 21 Februari 2013 - 23:54 WIB
Presiden Pakistan desak...
Presiden Pakistan desak AS revisi kebijakan serangan drone
A A A
Sindonews.com - Presiden Pakistan Asif Ali Zardari mendesak Amerika Serikat (AS) untuk merevisi kebijakan serangan drone di wilayah kesukuan Pakistan. Hal ini disampaikan Zardari ketika bertemu dengan delegasi Komite Hubungan Luar Negeri Senat AS yang dipimpin oleh Senator Robert Menendez, Kamis (21/2/2013), di Islamabad, Pakistan.

Menurut Zardari, serangan pesawat tak berawak yang kontraproduktif itu menyebabkan kerusakan besar dan menekankan perlunya dicari jalan keluar akan hal ini. “Serangan itu juga membunuh orang yang tidak bersalah dan serangan drone yang dikendalikan CIA itu telah memicu sentiment anti-AS,” jelas Zardari, seperti dikutip dari Xinhua.

Zardari mengatakan kepada delegasi AS, bahwa pengorbanan yang ditawarkan oleh Pakistan dalam memerangi militansi, harus diakui dan dihargai. Pernyataan Zardari ini bertepatan dengan pernyataan Senator dari Partai Republik, Lindsay Graham, yang mengatakan bahwa drone AS telah menewaskan 4.700 orang.

"Kami telah membunuh 4.700," ujar Graham, seperti dikutip oleh Patch Easley, sebuah situs web lokal yang meliputi kota kecil Easley di South Carolina. Selama ini, Graham dikenal sebagai pendukung serangan drone AS di berbagai wilayah di dunia.

"Kadang-kadang Anda menewaskan orang yang tidak bersalah dan saya benci itu. Tapi, kita sedang berperang dan kami telah menewaskan beberapa anggota sangat senior dari al-Qaeda," kata Graham di Club Easley Rotary, Rabu (20/2/2013). Kantor Graham tidak membantah pernyataannya itu.

Komentar seperti ini belum pernah dilontarkan oleh seorang pejabat AS sebelumnya. Biasanya, para pejabat AS hanya memberi isyarat soal jumlah korban sipil, namun tak pernah menyebutkan total korban tewas.

Selama ini, jumlah korban tewas akibat serangan ratusan drone AS di Pakistan, Yaman, dan sejumlah tempat lain tetaplah misteri. Sebab, pejabat AS selalu menolak menyatakan jumlah korban tewas. AS melancarkan serangan melalui drone dengan alasan memburu jaringan teroris al-Qaeda.
(esn)
Berita Terkait
PM Pakistan Tegaskan...
PM Pakistan Tegaskan Tidak akan Izinkan AS Bangun Pangkalan Militer di Negaranya
AS Minta Bantuan Pakistan...
AS Minta Bantuan Pakistan Dalam Proses Perdamaian Afghanistan
Dinilai Masih Jadi Sarang...
Dinilai Masih Jadi 'Sarang' Teroris, AS Tetap Tangguhkan Bantuan Keamanan pada Pakistan
Mengapa AS Cemburu dengan...
Mengapa AS Cemburu dengan Pakistan yang Mampu Kembangkan Rudal Canggih?
Suhu Udara di California...
Suhu Udara di California Tembus 100 Derajat Celcius
Terungkap, India dan...
Terungkap, India dan Pakistan Nyaris Perang Nuklir
Berita Terkini
Putri Bha Meninggal,...
Putri Bha Meninggal, Calon Pewaris Raja Vajiralongkorn Berharta Rp770 Triliun Makin Misterius
36 menit yang lalu
Berseteru dengan PM...
Berseteru dengan PM Starmer, Menhan Inggris John Healey Mundur
1 jam yang lalu
Thailand Berduka, Putri...
Thailand Berduka, Putri Raja Vajiralongkorn Meninggal setelah Koma Hampir 4 Tahun
1 jam yang lalu
Trump Klaim AS Telah...
Trump Klaim AS Telah Bikin Kesepakatan Hebat dengan Iran, Teheran Bilang Belum!
2 jam yang lalu
Ini 15 Negara yang Mampu...
Ini 15 Negara yang Mampu Memproduksi Jet Tempur Sendiri, Indonesia Kapan?
2 jam yang lalu
Eks Kepala AL Jerman:...
Eks Kepala AL Jerman: Uni Eropa Bisa 'Berjalan Tanpa Sadar' Menuju Perang Melawan Rusia
3 jam yang lalu
Infografis
25 Drone Kamikaze yang...
25 Drone Kamikaze yang Dioperasikan India Ditembak Jatuh Pakistan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved