Bertempur sengit di Mali, satu tentara Prancis tewas
Rabu, 20 Februari 2013 - 13:04 WIB
Bertempur sengit di Mali, satu tentara Prancis tewas
A
A
A
Sindonews.com - Kementrian Pertahanan Prancis mengatakan, militer Prancis dan Chad terlibat pertempuran sengit. Keduanya tengah melancarkan operasi penumpasan gerilyawan di wilayah utara dan berlanjut hingga ke wilayah perbatasan Mali dan Aljazair. Selasa (19/2/2013). Operasi tersebut bertujuan untuk menghancurkan dan membongkar markas gerilyawan Mali.
Kementrian Pertahanan Prancis mengatakan sebuah resimen yang terdiri dari 150 tentara melancarkan serangan di pegunungan Adrar des Ifoghas, sebuah wilayah terpencil di wilayah utara. Dalam operasi tersebut militer Prancis didukung dari darat dan udara oleh iring-iringan tank patroli dan jet tempur Mirage.
"Militer Prancis telah menemukan adanya unsur-unsur teroris di tempat persembunyiaan mereka. Dalam operasi pengejaran tersebut seorang tentara Prancis dan 20 gerilyawan dilaporkan tewas," ungkap pernyataan Kementrian Pertahanan Prancis, seperti dilansir Reuters, Rabu (20/2/2013).
Informasi tewasnya seorang tentara Prancis tersebut sempat disinggung oleh Presiden Prancis Francois Hollande di sela-sela kunjunganya ke Yunani. Dia mengatakan sebuah pertempuran serius dengan gerilywan dan berlanjut ke wilayah perbatasan antara Mali dan Aljazai. " Militer kami saat ini tengah terlibat pertempuran sengit di zona yang sangat berbahaya, di Ifoghas. Wilayah ini merupakan lokasi terakhi serangan yang dilancarkan oleh militer Prancis," ungkap Hollande.
Seperti diberitakan Presstv, tentara yang tewas tersebut bernama Sergeant Harold Vormezeele. Dia adalah tentara Prancis kedua yang tewas sejak Perancis mengirim pasukan ke Mali bulan lalu untuk membantu menggulingkan gerilyawan yang menduduki wilyah utara negara itu.
Invasi darat dan udara yang dilakukan oleh militer Prancis setelah Pemerintah Mali meminta bantuan militer pada pemerintah Prancis untuk melawan militan di wilayah utara Mali. Pasalnya, militer Mali gagal mempertahankan wilayah Konna, 600 km dari Ibu Kota Bamako.
Kementrian Pertahanan Prancis mengatakan sebuah resimen yang terdiri dari 150 tentara melancarkan serangan di pegunungan Adrar des Ifoghas, sebuah wilayah terpencil di wilayah utara. Dalam operasi tersebut militer Prancis didukung dari darat dan udara oleh iring-iringan tank patroli dan jet tempur Mirage.
"Militer Prancis telah menemukan adanya unsur-unsur teroris di tempat persembunyiaan mereka. Dalam operasi pengejaran tersebut seorang tentara Prancis dan 20 gerilyawan dilaporkan tewas," ungkap pernyataan Kementrian Pertahanan Prancis, seperti dilansir Reuters, Rabu (20/2/2013).
Informasi tewasnya seorang tentara Prancis tersebut sempat disinggung oleh Presiden Prancis Francois Hollande di sela-sela kunjunganya ke Yunani. Dia mengatakan sebuah pertempuran serius dengan gerilywan dan berlanjut ke wilayah perbatasan antara Mali dan Aljazai. " Militer kami saat ini tengah terlibat pertempuran sengit di zona yang sangat berbahaya, di Ifoghas. Wilayah ini merupakan lokasi terakhi serangan yang dilancarkan oleh militer Prancis," ungkap Hollande.
Seperti diberitakan Presstv, tentara yang tewas tersebut bernama Sergeant Harold Vormezeele. Dia adalah tentara Prancis kedua yang tewas sejak Perancis mengirim pasukan ke Mali bulan lalu untuk membantu menggulingkan gerilyawan yang menduduki wilyah utara negara itu.
Invasi darat dan udara yang dilakukan oleh militer Prancis setelah Pemerintah Mali meminta bantuan militer pada pemerintah Prancis untuk melawan militan di wilayah utara Mali. Pasalnya, militer Mali gagal mempertahankan wilayah Konna, 600 km dari Ibu Kota Bamako.
(esn)