LeJ klaim serangan bom di tengah pasar Pakistan
Minggu, 17 Februari 2013 - 14:29 WIB
LeJ klaim serangan bom di tengah pasar Pakistan
A
A
A
Sindonews.com - Kelopok militan Pakistan, Lashkar-e-Jhangvi (LeJ) mengklaim bertanggung jawab atas serangan bom yang menewaskan 79 orang di dalam sebuah pasar di Kota Hazara, Sabtu (16/2/2013) sore.
Kepala polisi Quetta Zubair Mehmood menuturkan, sebuah tangki air yang terletak dekat pilar-pilar penyangga gedung pasar bertinggkat dua itu meledak sekitar pukul 6 sore. Diperkirakan, ada sekitar 800 kg bahan peledak dalam tanggki air tersebut.
Ledakan besar yang berasal dari dalam sebuah tangki yang teletak di tengah pasar yang terletak di pinggiran Quetta, Provinsi Balochistan ini, berada dalam wilayah yang didominasi oleh kelompok Syiah. Ledakan ini menewaskan 79 orang, termasuk wanita dan anak-anak, serta melukai hampir 180 lainnya.
Proses evakuasi korban dari balik reruntuhan gedung masih terus berlangsung. "Kami khawatir jumlah korban tewas masih akan bertambah dan kami telah mengumumkan situasi darurat di rumah sakit," ungkap Akbar Hussain Durrani , Sekertaris Provinsi Balochistan.
Menaggapi serangan bom yang terjadi pasar yang terletak di pemukiman Syiah ini, Presiden Pakistan Asif Ali Zardari, Perdana Menteri Pakistan Raja Pervez Ashraf, dan Kepala Muttahida Qaumi Movement (MQM) Altaf Hussain mengeluarkan kecaman.
Namun, Pemerintah Pakistan juga mendapat kecaman. "Kami mengecam pemerintah Pakistan yang tidak memberikan perlindungan pada masyarakat dan menyatakan tiga hari berkabung pada korban tewas dan lula-luka dalam insiden ini," ungkap Sayed Qamar Haider Zaidi, sekertariat informasi Tehreek Nafaz-i-Fiqh-i-Jafriya (TNFJ)
Gubernur Balochistan Nawab Zulifqar Ali Magsi telah mengumumkan tiga hari berkabung atas insiden tersebut. Sementara itu, kelompok Islam Majlis Wahdatul Muslimin (MWM) dan MQM juga menyatakan hari minggu sebagai hari berkabung atas serengan tersebut.
Provinsi Balochistan berada di perbatasan Afghanistan dan Iran. Wilayah ini telah menjadi titik utama kekerasan kelompok mayoritas muslim Sunni dan Syiah. Serangan ini adalah serangan terburuk ke dua sejak awal 2013 lalu. Pada 10 Januari lalu, dua serangan bom bunuh di dalam dan di luar klub malam di Quetta menewaskan ratusan orang dan melukai ratusan lainnya.
Kepala polisi Quetta Zubair Mehmood menuturkan, sebuah tangki air yang terletak dekat pilar-pilar penyangga gedung pasar bertinggkat dua itu meledak sekitar pukul 6 sore. Diperkirakan, ada sekitar 800 kg bahan peledak dalam tanggki air tersebut.
Ledakan besar yang berasal dari dalam sebuah tangki yang teletak di tengah pasar yang terletak di pinggiran Quetta, Provinsi Balochistan ini, berada dalam wilayah yang didominasi oleh kelompok Syiah. Ledakan ini menewaskan 79 orang, termasuk wanita dan anak-anak, serta melukai hampir 180 lainnya.
Proses evakuasi korban dari balik reruntuhan gedung masih terus berlangsung. "Kami khawatir jumlah korban tewas masih akan bertambah dan kami telah mengumumkan situasi darurat di rumah sakit," ungkap Akbar Hussain Durrani , Sekertaris Provinsi Balochistan.
Menaggapi serangan bom yang terjadi pasar yang terletak di pemukiman Syiah ini, Presiden Pakistan Asif Ali Zardari, Perdana Menteri Pakistan Raja Pervez Ashraf, dan Kepala Muttahida Qaumi Movement (MQM) Altaf Hussain mengeluarkan kecaman.
Namun, Pemerintah Pakistan juga mendapat kecaman. "Kami mengecam pemerintah Pakistan yang tidak memberikan perlindungan pada masyarakat dan menyatakan tiga hari berkabung pada korban tewas dan lula-luka dalam insiden ini," ungkap Sayed Qamar Haider Zaidi, sekertariat informasi Tehreek Nafaz-i-Fiqh-i-Jafriya (TNFJ)
Gubernur Balochistan Nawab Zulifqar Ali Magsi telah mengumumkan tiga hari berkabung atas insiden tersebut. Sementara itu, kelompok Islam Majlis Wahdatul Muslimin (MWM) dan MQM juga menyatakan hari minggu sebagai hari berkabung atas serengan tersebut.
Provinsi Balochistan berada di perbatasan Afghanistan dan Iran. Wilayah ini telah menjadi titik utama kekerasan kelompok mayoritas muslim Sunni dan Syiah. Serangan ini adalah serangan terburuk ke dua sejak awal 2013 lalu. Pada 10 Januari lalu, dua serangan bom bunuh di dalam dan di luar klub malam di Quetta menewaskan ratusan orang dan melukai ratusan lainnya.
(esn)