Tak mau didikte, Pakistan tolak damai dengan Taliban
Jum'at, 28 Desember 2012 - 11:47 WIB
Tak mau didikte, Pakistan tolak damai dengan Taliban
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah Pakistan menolak tawaran gencatan senjata bersyarat yang diajukan militan Taliban, Kamis (28/12/2012). Menteri Dalam Negeri Pakistan, Rehman Malik mengatakan bahwa dengan mengajukan tawaran damai dengan prasayat tertentu sama saja mendikte pemerintah.
"Ismatullah Muavia, pemimpin PPT melalui tawaran gencatan bersenjatanya telah mencoba mendikte pemerintah. Sikap ini sungguh tidak dapat diterima," ungkap Malik seperti dilansir Geotv, Kamis (27/12/2012).
Malik menuturkan TTP saat ini tengah menghadapi keretakan. Jika tawaran damai tersebut memang datang dari kelompok yang bersatu, semestinya tawaran gencatan senjata itu datang dari Hakimullah Mehsud, pemimpin TTP, bukan Muavia.
Seperti diketahui, Muavia mengirimkan sebuah surat gencatan senjata kepada pemerintah. Dalam surat tersebut mereka akan melakukan gencatan senjata jika Pemerintah mengakhir keikutsetaan militer dalam perang Afghanistan. Tidak hanya itu, pemerintah juga harus merumuskan ulang kebijakan luar negeri Pakistan sesuai dengan hukum syariah.
TTP menuduh pasukan Pakistan bertindak sebagai "Tentara bayaran" untuk AS. Jika Pemerintah Pakistan tak memenuhi tuntutan ini, Taliban Pakistan akan melanjutkan serangan terhadap dua partai politik terbesar di Pakistan, yang dianggap Taliban telah melayani kepentingan AS.
Dalam kesempatan yang sama,Malik meminta pemerintah Afghanistan untuk menyerahkan Maulvi Fazalullah. Pria yang berposisi sebagai pemimpin Taliban Pakistan tersebut kabarnya bersembunyi di perbatasan Afghanistan.
"Ismatullah Muavia, pemimpin PPT melalui tawaran gencatan bersenjatanya telah mencoba mendikte pemerintah. Sikap ini sungguh tidak dapat diterima," ungkap Malik seperti dilansir Geotv, Kamis (27/12/2012).
Malik menuturkan TTP saat ini tengah menghadapi keretakan. Jika tawaran damai tersebut memang datang dari kelompok yang bersatu, semestinya tawaran gencatan senjata itu datang dari Hakimullah Mehsud, pemimpin TTP, bukan Muavia.
Seperti diketahui, Muavia mengirimkan sebuah surat gencatan senjata kepada pemerintah. Dalam surat tersebut mereka akan melakukan gencatan senjata jika Pemerintah mengakhir keikutsetaan militer dalam perang Afghanistan. Tidak hanya itu, pemerintah juga harus merumuskan ulang kebijakan luar negeri Pakistan sesuai dengan hukum syariah.
TTP menuduh pasukan Pakistan bertindak sebagai "Tentara bayaran" untuk AS. Jika Pemerintah Pakistan tak memenuhi tuntutan ini, Taliban Pakistan akan melanjutkan serangan terhadap dua partai politik terbesar di Pakistan, yang dianggap Taliban telah melayani kepentingan AS.
Dalam kesempatan yang sama,Malik meminta pemerintah Afghanistan untuk menyerahkan Maulvi Fazalullah. Pria yang berposisi sebagai pemimpin Taliban Pakistan tersebut kabarnya bersembunyi di perbatasan Afghanistan.
(esn)