Hadapi kiamat, ratusan orang berkumpul di 4 lokasi magis
Jum'at, 21 Desember 2012 - 14:03 WIB
Hadapi kiamat, ratusan orang berkumpul di 4 lokasi magis
A
A
A
Sindonews.com - Ratusan orang dari seluruh dunia yang menyakini bahwa kiamat akan terjadi hari ini, Jumat (21/12/21012), berkumpul di empat lokasi yang dipercaya memiliki nilai magis.
Salah satu tempat yang didatangi adalah kota Merida, Meksiko, yang terletak satu setengah jam dari reruntuhan situs Maya, Chichen Itza. Tempat lain yang dikunjungi adalah Gunung Bugarach (Prancis), Kota Sirince (Turki) dan Gunung Rtani (Siberia, Rusia). Keempat tempat itu diyakini sebagai tempat berlindung untuk menghadapi hari akhir.
Namun di Sirince, Prancis, jumlah orang yang bersiap menghadapi hari kiamat tidak kalah banyak dengan jumlah wartawan yang meliput aktivitas pengujung di Gunung Bugarach. Ratusan wartawan sejak pagi terus berkeliling di kota yang dihuni 570 jiwa itu.
Yang pasti, ramalan ini telah meningkatkan jumlah wisatawan yang berkunjung ke Meksiko, khususnya ke situs Chichen Itza dan Siberia, Rusia. "Semua hotel di sekitar Gunung Rtani sudah penuh. Saya tidak benar-benar pecaya hari kiamat akan terjadi hari ini, tapi datang ke sini adalah sebuah kegiatan yang menyenangkan apalagi jika sampai sesuatu yang diluar dugaan benar-benar terjadi," ungkap Darko (28) pengujung yang datang dari Belgrade seperti dilansir BBC.co.uk.
Seperti diketahui, banyak orang meyakini hari ini merupakan akhir dunia, bertepatan dengan akhir dari kalender perhitungan panjang perdaban Maya kuno. Tapi tahun lalu, sejumlah ahli menyebutkan bahwa kalender Suku Maya tidak tepat memprediksi hari kiamat, ramalan tersbeut merupakan sebuah penanda untuk memasuki sebuah era baru.
Salah satu tempat yang didatangi adalah kota Merida, Meksiko, yang terletak satu setengah jam dari reruntuhan situs Maya, Chichen Itza. Tempat lain yang dikunjungi adalah Gunung Bugarach (Prancis), Kota Sirince (Turki) dan Gunung Rtani (Siberia, Rusia). Keempat tempat itu diyakini sebagai tempat berlindung untuk menghadapi hari akhir.
Namun di Sirince, Prancis, jumlah orang yang bersiap menghadapi hari kiamat tidak kalah banyak dengan jumlah wartawan yang meliput aktivitas pengujung di Gunung Bugarach. Ratusan wartawan sejak pagi terus berkeliling di kota yang dihuni 570 jiwa itu.
Yang pasti, ramalan ini telah meningkatkan jumlah wisatawan yang berkunjung ke Meksiko, khususnya ke situs Chichen Itza dan Siberia, Rusia. "Semua hotel di sekitar Gunung Rtani sudah penuh. Saya tidak benar-benar pecaya hari kiamat akan terjadi hari ini, tapi datang ke sini adalah sebuah kegiatan yang menyenangkan apalagi jika sampai sesuatu yang diluar dugaan benar-benar terjadi," ungkap Darko (28) pengujung yang datang dari Belgrade seperti dilansir BBC.co.uk.
Seperti diketahui, banyak orang meyakini hari ini merupakan akhir dunia, bertepatan dengan akhir dari kalender perhitungan panjang perdaban Maya kuno. Tapi tahun lalu, sejumlah ahli menyebutkan bahwa kalender Suku Maya tidak tepat memprediksi hari kiamat, ramalan tersbeut merupakan sebuah penanda untuk memasuki sebuah era baru.
(esn)