Obama desak Rwanda hentikan dukungan bagi pemberontak M23
Rabu, 19 Desember 2012 - 15:06 WIB
Obama desak Rwanda hentikan dukungan bagi pemberontak M23
A
A
A
Sindonews.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama mendesak Presiden Rwanda, Paul Kagame, untuk menghentikan dukungan bagi pemberontak M23 yang beroperasi di Kongo. Seperti dikutip dari Xinhua, desakan ini disampaikan Obama melalui percakapan telepon.
"Dukungan kepada kelompok pemberontak M23 tidak konsisten dengan keinginan Rwanda untuk menjaga stabilitas dan perdamaian," kata sebuah pernyataan Gedung Putih, Rabu (19/12/2012).
Obama mengatakan kepada Kagame agar secara permanen mengakhiri semua dukungan bagi kelompok-kelompok bersenjata di Kongo.
Obama juga mendesak Presiden Kongo Joseph Kabila untuk mencapai kesepakatan politik yang transparan dengan pemberontak M23, termasuk mengakhiri impunitas bagi komandan M23 yang telah melakukan pelanggaran serius terhadap hak asasi manusia.
"Presiden Obama menyatakan keyakinannya, bahwa dari krisis ini harus muncul kesepakatan politik yang membahas keamanan regional yang mendasari masalah ekonomi dan pemerintahan sementara, menegakkan kedaulatan Kongo dan keutuhan wilayah," lanjut pernyataan Gedung Putih.
Pemberontak M23 menarik diri dari Kota Goma pada awal bulan ini untuk memulai negosiasi dengan Pemerintah Kongo dan melakukan pembicaraan yang bertujuan mengakhiri pertempuran di bagian timur negara itu.
"Dukungan kepada kelompok pemberontak M23 tidak konsisten dengan keinginan Rwanda untuk menjaga stabilitas dan perdamaian," kata sebuah pernyataan Gedung Putih, Rabu (19/12/2012).
Obama mengatakan kepada Kagame agar secara permanen mengakhiri semua dukungan bagi kelompok-kelompok bersenjata di Kongo.
Obama juga mendesak Presiden Kongo Joseph Kabila untuk mencapai kesepakatan politik yang transparan dengan pemberontak M23, termasuk mengakhiri impunitas bagi komandan M23 yang telah melakukan pelanggaran serius terhadap hak asasi manusia.
"Presiden Obama menyatakan keyakinannya, bahwa dari krisis ini harus muncul kesepakatan politik yang membahas keamanan regional yang mendasari masalah ekonomi dan pemerintahan sementara, menegakkan kedaulatan Kongo dan keutuhan wilayah," lanjut pernyataan Gedung Putih.
Pemberontak M23 menarik diri dari Kota Goma pada awal bulan ini untuk memulai negosiasi dengan Pemerintah Kongo dan melakukan pembicaraan yang bertujuan mengakhiri pertempuran di bagian timur negara itu.
(esn)