Uni Eropa akan pangkas embargo senjata bagi Suriah
Kamis, 06 Desember 2012 - 21:58 WIB
Uni Eropa akan pangkas embargo senjata bagi Suriah
A
A
A
Sindonews.com – Inggris akan mengupayakan pemangkasan waktu embargo senjata bagi Suriah. Hal ini dimaksudkan untuk menyuplai senjata tak mematikan bagi kaum pemberontak yang ingin menggulingkan pemerintahan Presiden Suriah, Mashar al-Assad.
“Saat ini, barang-barang seperti pelindung tubuh dan kacamata visi malam (kacamata untuk melihat dalam gelap) terjebak dalam embargo senjata Eropa. Semula, embargo senjata ini dimaksudkan untuk menghentikan suplai senjata bagi pasukan Assad,” sebut sebuah pernyataan dari Kementerian Luar Negeri Inggris, Kamis (6/12/2012), seperti dikutip dari kantor berita Reuters.
Pada awal pekan depan, Menteri-menteri Luar Negeri Eropa akan bertemu di Brussels, Belgia. Momen ini akan dimanfaatkan Inggris untuk melemparkan wacana pemangkasan embargo senjata bagi Suriah.
Pekan lalu, sejumlah diplomat Uni Eropa sudah menyatakan kata sepakat untuk mengurangi perpanjangan waktu dari paket sanksi terhadap Suriah, termasuk embargo senjata. Semula, perpanjangan embargo senjata dipatok untuk jangka waktu satu tahun lebih. Kini, ada kemungkinan embargo senjata itu hanya akan diberlakukan selama tiga bulan.
“Setelah berhasil mengubah perpanjangan embargo senjata menjadi hanya tiga bulan, kami akan membuat argumen dalam mendukung amandemen menjelang tenggat waktu Maret 2013. Kami akan menawarkan cara yang cukup fleksibel untuk meningkatkan dukungan praktis pada kaum oposisi Suriah,” kata Menteri Dalam Negeri Uni Eropa, David Lidington.
Meski menyatakan dukungan pada kaum oposisi Suriah, namun negara-negara Barat masih ragu untuk memberi bantuan persenjataan penuh. Sebab, hingga kini kaum oposisi Suriah masih terpecah belah dan belum bersatu. Negara-negara Barat takut, senjata ini akan jatuh ke tangan yang salah.
“Saat ini, barang-barang seperti pelindung tubuh dan kacamata visi malam (kacamata untuk melihat dalam gelap) terjebak dalam embargo senjata Eropa. Semula, embargo senjata ini dimaksudkan untuk menghentikan suplai senjata bagi pasukan Assad,” sebut sebuah pernyataan dari Kementerian Luar Negeri Inggris, Kamis (6/12/2012), seperti dikutip dari kantor berita Reuters.
Pada awal pekan depan, Menteri-menteri Luar Negeri Eropa akan bertemu di Brussels, Belgia. Momen ini akan dimanfaatkan Inggris untuk melemparkan wacana pemangkasan embargo senjata bagi Suriah.
Pekan lalu, sejumlah diplomat Uni Eropa sudah menyatakan kata sepakat untuk mengurangi perpanjangan waktu dari paket sanksi terhadap Suriah, termasuk embargo senjata. Semula, perpanjangan embargo senjata dipatok untuk jangka waktu satu tahun lebih. Kini, ada kemungkinan embargo senjata itu hanya akan diberlakukan selama tiga bulan.
“Setelah berhasil mengubah perpanjangan embargo senjata menjadi hanya tiga bulan, kami akan membuat argumen dalam mendukung amandemen menjelang tenggat waktu Maret 2013. Kami akan menawarkan cara yang cukup fleksibel untuk meningkatkan dukungan praktis pada kaum oposisi Suriah,” kata Menteri Dalam Negeri Uni Eropa, David Lidington.
Meski menyatakan dukungan pada kaum oposisi Suriah, namun negara-negara Barat masih ragu untuk memberi bantuan persenjataan penuh. Sebab, hingga kini kaum oposisi Suriah masih terpecah belah dan belum bersatu. Negara-negara Barat takut, senjata ini akan jatuh ke tangan yang salah.
(esn)