Embargo AS pengaruhi pendidikan di Kuba
Selasa, 27 November 2012 - 22:33 WIB
Embargo AS pengaruhi pendidikan di Kuba
A
A
A
Sindonews.com – Hampir setengah abad embargo yang diberlakukan Amerika Serikat (AS) pada Kuba, telah merusak upaya peningkatan pendidikan yang dilakukan Kuba. Embargo AS pada Kuba ini telah dikutuk oleh PBB selama 20 tahun terakhir.
Akibat embargo ini, Kuba kehilangan pemasukan jutaan USD. Pada tahun ini, diperkirakan Kuba kehilangan pendapatan USD 5 juta akibat embargo AS. “Pendapatan itu sangat penting untuk meningkatkan pendidikan di Kuba,” kata Luisa Gonzalez, Juru Bicara Departemen Pendidikan Kuba, Selasa (27/11/2012).
Minimnya dana untuk peralatan pendidikan, membuat para murid di Kuba tak bisa menjalani proses belajar secara maksimal. "Kami memiliki masalah dengan peralatan komputer bagi siswa. Komputer diperlukan untuk memperkuat pendidikan mereka. Saat ini, beberapa peralatan rusak dan tidak ada komponen yang tersedia untuk perbaikan," kata Gonzalez.
Masalah umum lainnya adalah, bahan baku yang digunakan untuk sarana pendidikan di Kuba sangat tidak layak. Embargo selama 50 tahun memaksa Kuba untuk menghabiskan dana lebih banyak untuk menyediakan bahan baku.
Bahan baku ini harus diimpor dari tempat yang jauh dan melalui rantai suplai yang kompleks. Sejak pemerintah sosialis Kuba berkuasa pada 1959, Pemerintah Kuba sudah memberi perhatian lebih pada sektor pendidikan. Mereka mengalokasikan dana 9,3 persen dari total anggaran belanja negara untuk sektor pendidikan.
Akibat embargo ini, Kuba kehilangan pemasukan jutaan USD. Pada tahun ini, diperkirakan Kuba kehilangan pendapatan USD 5 juta akibat embargo AS. “Pendapatan itu sangat penting untuk meningkatkan pendidikan di Kuba,” kata Luisa Gonzalez, Juru Bicara Departemen Pendidikan Kuba, Selasa (27/11/2012).
Minimnya dana untuk peralatan pendidikan, membuat para murid di Kuba tak bisa menjalani proses belajar secara maksimal. "Kami memiliki masalah dengan peralatan komputer bagi siswa. Komputer diperlukan untuk memperkuat pendidikan mereka. Saat ini, beberapa peralatan rusak dan tidak ada komponen yang tersedia untuk perbaikan," kata Gonzalez.
Masalah umum lainnya adalah, bahan baku yang digunakan untuk sarana pendidikan di Kuba sangat tidak layak. Embargo selama 50 tahun memaksa Kuba untuk menghabiskan dana lebih banyak untuk menyediakan bahan baku.
Bahan baku ini harus diimpor dari tempat yang jauh dan melalui rantai suplai yang kompleks. Sejak pemerintah sosialis Kuba berkuasa pada 1959, Pemerintah Kuba sudah memberi perhatian lebih pada sektor pendidikan. Mereka mengalokasikan dana 9,3 persen dari total anggaran belanja negara untuk sektor pendidikan.
(esn)