Obat batuk beracun tewaskan 13 warga Pakistan
Senin, 26 November 2012 - 19:54 WIB
Obat batuk beracun tewaskan 13 warga Pakistan
A
A
A
Sindonews.com – Setidaknya 13 orang tewas setelah minum obat batuk sirup beracun di kota Lahore, Pakistan, akhir pekan lalu. Peristiwa ini memaksa pihak berwenang untuk menutup apotek dan sebuah pabrik obat-obatan, Senin (26/11/2012).
Orang-orang yang tewas berasal dari lingkungan berpendapatan rendah di daerah Shahdra. Kebanyakan dari korban tewas adalah pecandu narkkoba yang ingin mendapatkan efek fly setelah meminum obat batuk itu.
"Sedikitnya 13 orang tewas, sebagian besar adalah pecandu narkoba. Mereka meninggal setelah minum obat batuk sirup beracun itu," kata Kepala Kepolisian setempat, Atif Zulfiqar kepada kanto berita AFP.
Sejumlah korban ditemukan tewas dalam satu tempat. "Beberapa korban ditemukan tewas di sebuah kuburan. Lokasi ini sering dijadikan tempat untuk mengkonsumsi narkoba oleh para pecandu. Sedangkan enam orang lainnya tewas di rumah sakit,” lanjut Zulfiqar.
Aparat keamanan langsung menutup tiga apotek yang menjual obat batuk sirup ini dan menahan pemiliknya. Penasehat Kesehatan Provinsi Punjab, Salman Khawaja Rafiq, mengatakan, obat batuk sirup akan disita dari semua apotek.
“Polisi telah menutup pabrik obat dan mengirim sampel ke laboratorium untuk analisis rinci. Kepala Kesehatan Punjab, Shahbaz Sharif telah memerintahkan penyelidikan dan laporan akan disampaikan kepadanya dalam waktu 72 jam," kata Rafiq.
Tahir Khalil, dokter di Mayo Hospital, Lahore mengatakan, 20 korban berusia 15 sampai 45 tahun tengah dirawat setelah minum obat batuk sirup itu. Sebagian besar dari mereka memiliki riwayat kecanduan narkoba.
"Enam orang tewas dan enam lainnya selamat setelah diberi pengobatan. Delapan orang lain yang meminum obat itu, saat ini sedang menjalani perawatan di rumah sakit. Dua dari korban itu berada dalam kondisi kritis," kata Khalil.
Orang-orang yang tewas berasal dari lingkungan berpendapatan rendah di daerah Shahdra. Kebanyakan dari korban tewas adalah pecandu narkkoba yang ingin mendapatkan efek fly setelah meminum obat batuk itu.
"Sedikitnya 13 orang tewas, sebagian besar adalah pecandu narkoba. Mereka meninggal setelah minum obat batuk sirup beracun itu," kata Kepala Kepolisian setempat, Atif Zulfiqar kepada kanto berita AFP.
Sejumlah korban ditemukan tewas dalam satu tempat. "Beberapa korban ditemukan tewas di sebuah kuburan. Lokasi ini sering dijadikan tempat untuk mengkonsumsi narkoba oleh para pecandu. Sedangkan enam orang lainnya tewas di rumah sakit,” lanjut Zulfiqar.
Aparat keamanan langsung menutup tiga apotek yang menjual obat batuk sirup ini dan menahan pemiliknya. Penasehat Kesehatan Provinsi Punjab, Salman Khawaja Rafiq, mengatakan, obat batuk sirup akan disita dari semua apotek.
“Polisi telah menutup pabrik obat dan mengirim sampel ke laboratorium untuk analisis rinci. Kepala Kesehatan Punjab, Shahbaz Sharif telah memerintahkan penyelidikan dan laporan akan disampaikan kepadanya dalam waktu 72 jam," kata Rafiq.
Tahir Khalil, dokter di Mayo Hospital, Lahore mengatakan, 20 korban berusia 15 sampai 45 tahun tengah dirawat setelah minum obat batuk sirup itu. Sebagian besar dari mereka memiliki riwayat kecanduan narkoba.
"Enam orang tewas dan enam lainnya selamat setelah diberi pengobatan. Delapan orang lain yang meminum obat itu, saat ini sedang menjalani perawatan di rumah sakit. Dua dari korban itu berada dalam kondisi kritis," kata Khalil.
(esn)