Intervensi militer ke Mali harus dilakukan
Rabu, 14 November 2012 - 13:27 WIB
Intervensi militer ke Mali harus dilakukan
A
A
A
Sindonews.com - Utusan khusus Sekretaris Jenderal PBB, Romano Prodi untuk kawasan Sahel, Afrika, meyakini bahwa intervensi militer di Mali tidak terelakkan. Intervensi militer dilakukan untuk menyingkirkan semua pemberontak yang menguasai wilayah utara Mali.
Meski begitu, mantan Perdana Menteri Italia itu percaya, masih ada ruang untuk upaya diplomatik sebelum upaya militer dilakukan.
"Bantuan kemanusiaan dan pembangunan bagi rakat Mali adalah prioritas. Tanpa bantuan bagi masyarakat, tidak akan ada solusi untuk masalah Mali," unkap Prodi seperti diberitakan dalam Washingtonpost, Rabu (14/11/2012).
Seperti diketahui sebelumnya, 15 negara anggota Economic Community of Western African States (ECOWAS) sepakat untuk mengirimkan 3.300 tentara untuk merebut kembali wilayah utara yang dikuasai oleh militan islamis dan suku Tuareg sejak April lalu.
Meski begitu, mantan Perdana Menteri Italia itu percaya, masih ada ruang untuk upaya diplomatik sebelum upaya militer dilakukan.
"Bantuan kemanusiaan dan pembangunan bagi rakat Mali adalah prioritas. Tanpa bantuan bagi masyarakat, tidak akan ada solusi untuk masalah Mali," unkap Prodi seperti diberitakan dalam Washingtonpost, Rabu (14/11/2012).
Seperti diketahui sebelumnya, 15 negara anggota Economic Community of Western African States (ECOWAS) sepakat untuk mengirimkan 3.300 tentara untuk merebut kembali wilayah utara yang dikuasai oleh militan islamis dan suku Tuareg sejak April lalu.
(esn)