Intervensi utara Mali, ECOWAS siapkan 3300 tentara
Senin, 12 November 2012 - 09:46 WIB
Intervensi utara Mali, ECOWAS siapkan 3300 tentara
A
A
A
Sindonews.com - The Economic Community of West African States (ECOWAS) sepakat untuk mengerahkan 3300 tentara ke Mali. Mereka ditugaskan untuk membantu tentara Mali mengusir, militan islamis dan pemberontak Tuareg di wilayah Mali utara.
Pemimpin ECOWAS Presiden Pantai Gading, Alassane Outtara dalam pertemuan puncak ECOWAS, mengatakan tentara tersebut akan diterjukan pada akhir November atau awal Desember, setelah mendapat persetujuan Dewan Keamanan PBB.
Outtara menambahkan 3300 tentara yang berasal dari Nigeria, Niger, dan Burkina Faso diperbolehkan menggunakan kekerasan untuk membongkar jaringan kejahatan transnasional dan terorisme.
Seperti diberitakan dalam BBC.co.uk, Senin (12/11/2012) mereka akan bertugas selama enam bulan. Mereka akan menjani masa latihan, pendirian pangkalan militer di wilayah selatan Mali dan persiapan operasi tempur ke wilayah utara Mali.
Seperti diketahui, PBB sejal 12 Oktober lalu telah memberikan kesempatan pada para pemimpin ECOWAS untuk menyusun sebuah strategi intervensi untuk merebut wilayah utara Mali dari tangan pemberontak Tuareg.
Dalam sebuah pernyataan sejumlah negara di Afrika Barat lebih memilih menyelesaikan masalah pemberontak melalui dialog. Mereka menilai penggunaan kekuatan akan menimbulkan ancaman bagi perdamaian dan keamanan internasional.
Militan islam dan pemberontak Tuareg menguasai wilayah Mali utara dengan mudah setelah, presiden Mali di kudeta pada maret lalu.
Pemimpin ECOWAS Presiden Pantai Gading, Alassane Outtara dalam pertemuan puncak ECOWAS, mengatakan tentara tersebut akan diterjukan pada akhir November atau awal Desember, setelah mendapat persetujuan Dewan Keamanan PBB.
Outtara menambahkan 3300 tentara yang berasal dari Nigeria, Niger, dan Burkina Faso diperbolehkan menggunakan kekerasan untuk membongkar jaringan kejahatan transnasional dan terorisme.
Seperti diberitakan dalam BBC.co.uk, Senin (12/11/2012) mereka akan bertugas selama enam bulan. Mereka akan menjani masa latihan, pendirian pangkalan militer di wilayah selatan Mali dan persiapan operasi tempur ke wilayah utara Mali.
Seperti diketahui, PBB sejal 12 Oktober lalu telah memberikan kesempatan pada para pemimpin ECOWAS untuk menyusun sebuah strategi intervensi untuk merebut wilayah utara Mali dari tangan pemberontak Tuareg.
Dalam sebuah pernyataan sejumlah negara di Afrika Barat lebih memilih menyelesaikan masalah pemberontak melalui dialog. Mereka menilai penggunaan kekuatan akan menimbulkan ancaman bagi perdamaian dan keamanan internasional.
Militan islam dan pemberontak Tuareg menguasai wilayah Mali utara dengan mudah setelah, presiden Mali di kudeta pada maret lalu.
(esn)