Terima banyak dukungan, Yousafzai berterima kasih

Jum'at, 09 November 2012 - 16:48 WIB
Terima banyak dukungan,...
Terima banyak dukungan, Yousafzai berterima kasih
A A A
Sindonews.com - Malala Yousafzai (14), aktivis putri Pakistan yang menjadi korban penembakan Taliban mengucapkan terima kasih pada semua orang yang telah memberikan dukungan dan doa untuk kesembuhannya.

"Dia ingin berterimakasih pada semua orang dari seluruh dunia yang telah memberikan dukungan yang membuatnya bertahan dan tetap kuat melewati masa sulit," ungkap Zianuddin Yousafzai ayah Malala seperti diberitakan BBC.co.uk, Jumat (9/11/2012).

"Dia ingin memberitahu semua orang betapa bersyukurnya dia pada semua pria, wanita dan anak-anak dari seluruh dunia yang perduli akan kesembuhannya," ungkap Zianuddin.

Keluarga Yousafzai mengaku sangat tersentuh dengan semua etikat baik yang datang dari berbagai pihak yang berbeda agama dan kulit dari seluruh dunia.

Dukungan dan doa dari seluruh dunia terus mengalir kepada Malala setelah insiden penembakan yang terjadi tepat sebulan yang lalu. Malala ditembak dalam perjalanan pulang dari sekolahnya di Mingora, kawasan utama di kota itu pada Selasa (9/10/2012)lalu.

Setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit Queen Elizabeth, Birmingham kondisi Malala terus membaik.

Seperti diketahui, proses pemulihan kesehatan Malala ditangani oleh tim ahli yang berada di Rumah Sakit Queen Elizabeth di Birmingham. Tim ini merupakan tim terbaik yang mampu menangani kondisi Yousafzai yang tak jauh berbeda dengan kondisi tentara Inggris yang terluka dalam perang.

Sementara itu, di Inggris, Shahida Choudhary memulai kampanye menyerukan agar penandatanganan petisi agar Malala diberikan Hadiah Nobel Perdamaian. Sejauh ini sudah 60 ribu orang telah menandatangani petisi tersebut.

Choudhary mengatakan Malala bukan hanya gadis muda, dia juga lantang membela hak perempuan untuk mendapatkan hak agar setiap perempuan mengenyam pendidikan.
(esn)
Berita Terkait
Indonesia Kirimkan Bantuan...
Indonesia Kirimkan Bantuan untuk Korban Banjir dan Longsor di Pakistan
Ledakan Bom Bunuh Diri...
Ledakan Bom Bunuh Diri Dekat Pos Pemeriksaan Keamanan di Pakistan Barat
Buntut Kecelakaan Pesawat...
Buntut Kecelakaan Pesawat PIA, Pakistan Larang Terbang 262 Pilot
Airbus Mulai Selidiki...
Airbus Mulai Selidiki Kecelakaan Pesawat di Pakistan
Korban Selamat Pesawat...
Korban Selamat Pesawat PIA: Yang Saya Lihat Hanya Api
Kantongi Lisensi Palsu,...
Kantongi Lisensi Palsu, 150 Pilot PIA Dilarang Terbang
Berita Terkini
3 Penyebab Batalnya...
3 Penyebab Batalnya Penandatanganan Perjanjian Damai AS dan Iran
59 menit yang lalu
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
2 jam yang lalu
Demo Anti-Pemerintah...
Demo Anti-Pemerintah Digelar selama 50 Hari, Bolivia Deklarasikan Status Darurat
2 jam yang lalu
Tanpa Bantuan AS, Trump:...
Tanpa Bantuan AS, Trump: Israel Akan Hancur
3 jam yang lalu
PM Meloni Kecam Trump...
PM Meloni Kecam Trump soal Minta Foto: Italia Tidak Pernah Mengemis
4 jam yang lalu
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
5 jam yang lalu
Infografis
5 Kolonel Terima Tanda...
5 Kolonel Terima Tanda Kehormatan Samkaryanugraha dari Prabowo
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved