China peringatkan Jepang terkait sengketa pulau
Sabtu, 27 Oktober 2012 - 07:00 WIB
China peringatkan Jepang terkait sengketa pulau
A
A
A
Sindonews.com – Pemerintah China memberi peringatan pada Jepang terkait sengketa kepulauan di Laut China Timur. “China berhak untuk mengambil tindakan penanggulangan yang kuat jika Jepang "menciptakan insiden" di perairan sekitar kepulauan tak berpenghuni yang disengketakan di Laut China Timur,” kata Zhang Zhijun, Wakil Menteri Luar Negeri China, Jumat (26/10/2012) malam.
Seperti dikutip dari thestar, Zhijun mengaku negaranya sangat mengawasi apa yang dilakukan Jepang di daerah sengketa itu. "Kami mengamati dengan cermat, apa tindakan yang mungkin dilakukan Jepang di Kepulauan Diaoyu dan perairan yang berdekatan dengan daerah itu. Setiap tindakan Jepang, bisa memicu reaksi kami,” lanjutnya.
Hubungan China-Jepang memburuk setelah Pemerintah Jepang membeli pulau-pulau yang disebut Senkaku di Jepang dan Diaoyu di Cina, dari pemilik swasta Jepang pada bulan September lalu. Tindakan ini memicu protes keras dan seruan boikot produk Jepang di seluruh China.
"Jika Jepang terus mengambil tindakan yang salah dan menciptakan insiden mengenai Kepulauan Diaoyu, China pasti akan mengambil langkah-langkah kuat untuk menanggapi itu," kata Zhijun. "Kami memiliki kepercayaan diri dan kemampuan untuk menegakkan kedaulatan negara dan keutuhan wilayah,” lanjutnya.
Setelah Pemerintah Jepang membeli pulau-pulau itu, China kerap mengirimkan kapal patroli ke perairan dekat pulau. Sikap ini meningkatkan kekhawatiran bahwa konfrontasi dengan kapal patroli Jepang bisa meningkat menjadi konflik yang lebih luas.
Diplomat Jepang dan Cina senior telah bertemu untuk membahas sengketa di Laut Timur China ini. Tapi, Zhijun tidak menunjukkan bahwa pembicaraan ini telah menghasilkan kemajuan.
"Dalam semua jenjang komunikasi dengan pihak Jepang, China selalu menegaskan posisi dan tekad baja untuk menegakkan kedaulatan. Kami mendesak pihak Jepang untuk memperbaiki kesalahan-kesalahannya," tandas Zhijun.
Seperti dikutip dari thestar, Zhijun mengaku negaranya sangat mengawasi apa yang dilakukan Jepang di daerah sengketa itu. "Kami mengamati dengan cermat, apa tindakan yang mungkin dilakukan Jepang di Kepulauan Diaoyu dan perairan yang berdekatan dengan daerah itu. Setiap tindakan Jepang, bisa memicu reaksi kami,” lanjutnya.
Hubungan China-Jepang memburuk setelah Pemerintah Jepang membeli pulau-pulau yang disebut Senkaku di Jepang dan Diaoyu di Cina, dari pemilik swasta Jepang pada bulan September lalu. Tindakan ini memicu protes keras dan seruan boikot produk Jepang di seluruh China.
"Jika Jepang terus mengambil tindakan yang salah dan menciptakan insiden mengenai Kepulauan Diaoyu, China pasti akan mengambil langkah-langkah kuat untuk menanggapi itu," kata Zhijun. "Kami memiliki kepercayaan diri dan kemampuan untuk menegakkan kedaulatan negara dan keutuhan wilayah,” lanjutnya.
Setelah Pemerintah Jepang membeli pulau-pulau itu, China kerap mengirimkan kapal patroli ke perairan dekat pulau. Sikap ini meningkatkan kekhawatiran bahwa konfrontasi dengan kapal patroli Jepang bisa meningkat menjadi konflik yang lebih luas.
Diplomat Jepang dan Cina senior telah bertemu untuk membahas sengketa di Laut Timur China ini. Tapi, Zhijun tidak menunjukkan bahwa pembicaraan ini telah menghasilkan kemajuan.
"Dalam semua jenjang komunikasi dengan pihak Jepang, China selalu menegaskan posisi dan tekad baja untuk menegakkan kedaulatan. Kami mendesak pihak Jepang untuk memperbaiki kesalahan-kesalahannya," tandas Zhijun.
(esn)