Drone AS kembali telan korban jiwa
Rabu, 24 Oktober 2012 - 19:37 WIB
Drone AS kembali telan korban jiwa
A
A
A
Sindonews.com - Serangan drone (pesawat tak berawak) milik Amerika Serikat (AS) di Waziristan Utara, Pakistan, Rabu (24/10/2012) sore telah menewaskan dua orang dan melukai beberapa warga sipil.
Seperti dilansir Xinhua, Rabu (24/10/2012) drone AS itu melepaskan dua rudal pada pukul 2.50 sore waktu setempat. Rudal diarahkan ke sebuah rumah di daerah Miranshah. Rumah ini diduga menjadi tempat persembunyian kaum militan Pakistan.
Jumlah korban tewas kemungkinan besar akan terus bertambah. Pasalnya, para korban yang menderita luka-luka berada dalam kondisi kritis.
Wilayah Waziristan yang berbatasan langsung dengan Afghanistan, diduga kuat merupakan markas militan Taliban dan juga kelompok militan lain yang terkait dengan al-Qaeda.
Semenjak pemerintah dan rakyat Pakistan memrotes serangan drone AS ke Pakistan, jumlah korban tewas akibat operasi penyerangan drone yang dipimpin oleh badan intelejen AS (CIA) semakin meningkat.
Pemerintah Pakistan dan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) mengutuk operasi pengunaan drone AS. Mereka menilai, tindakan ini bertentangan dengan hukum internasional, karena mengganggu kedaulatan suatu negara.
Seperti diketahui, operasi penggunaan drone diizinkan oleh Presiden AS, Barack Obama Pada 31 Janurari lalu. Obama setuju mengunakan drone dalam operasi CIA. Target penyerangan drone adalah kelompok militan yang bermukim di wilayah perbatasan Pakistan dan Afghanistan.
Namun, sumber lokal mengatakan, banyak warga sipil yang tidak bersalah telah menjadi korban serangan drone. “Serangan drone merupakan pelanggaran atas wilayah udara negara Pakistan," ungkap Ketua Senat PCNS, Raza Rabbani.
Sebelumnya, warga Pakistan telah berulang kali menggelar aksi protes, mendesak agar pemerintah mengutuk pelanggaran kedaulatan yang dilakukan oleh AS.
Seperti dilansir Xinhua, Rabu (24/10/2012) drone AS itu melepaskan dua rudal pada pukul 2.50 sore waktu setempat. Rudal diarahkan ke sebuah rumah di daerah Miranshah. Rumah ini diduga menjadi tempat persembunyian kaum militan Pakistan.
Jumlah korban tewas kemungkinan besar akan terus bertambah. Pasalnya, para korban yang menderita luka-luka berada dalam kondisi kritis.
Wilayah Waziristan yang berbatasan langsung dengan Afghanistan, diduga kuat merupakan markas militan Taliban dan juga kelompok militan lain yang terkait dengan al-Qaeda.
Semenjak pemerintah dan rakyat Pakistan memrotes serangan drone AS ke Pakistan, jumlah korban tewas akibat operasi penyerangan drone yang dipimpin oleh badan intelejen AS (CIA) semakin meningkat.
Pemerintah Pakistan dan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) mengutuk operasi pengunaan drone AS. Mereka menilai, tindakan ini bertentangan dengan hukum internasional, karena mengganggu kedaulatan suatu negara.
Seperti diketahui, operasi penggunaan drone diizinkan oleh Presiden AS, Barack Obama Pada 31 Janurari lalu. Obama setuju mengunakan drone dalam operasi CIA. Target penyerangan drone adalah kelompok militan yang bermukim di wilayah perbatasan Pakistan dan Afghanistan.
Namun, sumber lokal mengatakan, banyak warga sipil yang tidak bersalah telah menjadi korban serangan drone. “Serangan drone merupakan pelanggaran atas wilayah udara negara Pakistan," ungkap Ketua Senat PCNS, Raza Rabbani.
Sebelumnya, warga Pakistan telah berulang kali menggelar aksi protes, mendesak agar pemerintah mengutuk pelanggaran kedaulatan yang dilakukan oleh AS.
(esn)