Rusia : pemberontak Suriah pakai Stinger buatan AS

Rabu, 24 Oktober 2012 - 19:31 WIB
Rusia : pemberontak...
Rusia : pemberontak Suriah pakai Stinger buatan AS
A A A
Sindonews.com - Seorang Jendral dari Rusia menuduh pemberontak Suriah memiliki Stinger. Senjata anti rudal buatan Amerika Serikat (AS) ini mampu menembak jatuh pesawat dan helikopter yang terbang dalam jarak rendah.
"Dari mana asal usul senjata Stingers buatan AS, inilah yang harus diusut," ungkap Jendral Rusia, Gen Nikolai Makarov, seperti diberitakan BBC.co.uk, Rabu (24/10/2012).

"Kami punya sumber informasi yang dapat dipercaya, bahwa pemberontak Suriah memiliki senjata rudal anti pesawat yang diproduksi oleh AS. Harus diperjelas siapa pihak yang menyalurkan senjata ini pada para pemberontak Suriah," terang Makarov.
Sebelumnya, pada Agustus lalu, pemberontak Suriah berhasil menembak jatuh sebuah sebuah jet tempur miliki militer Suriah di dekat perbatasan Turki.

Seperti ketahui, sejauh ini Rusia merupakan negara pemasok senjata terbesar bagi rezim pemerintah Suriah. Namun, negara-negara Barat enggan mengakui bahwa mereka telah mempersenjatai pemberontak Suriah untuk melawan militer Suriah.
(esn)
Berita Terkait
Amerika Serikat Tuduh...
Amerika Serikat Tuduh Rusia Mengacau Kawasan Mediterania
Amerika Serikat Dituduh...
Amerika Serikat Dituduh sebagai Pencuri Minyak Suriah, Benarkah?
Rusia: AS Tolak Hadiri...
Rusia: AS Tolak Hadiri Pertemuan Bahas Situasi Suriah
Rusia-AS Dilaporkan...
Rusia-AS Dilaporkan Mulai Patroli Bersama di Suriah
Rusia Sebut Tentara...
Rusia Sebut Tentara AS Coba Hadang Konvoi Militer Mereka di Suriah
Lavrov: Kehadiran Militer...
Lavrov: Kehadiran Militer AS di Suriah Persulit Upaya Rekonsiliasi
Berita Terkini
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
6 jam yang lalu
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
7 jam yang lalu
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
8 jam yang lalu
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
9 jam yang lalu
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
10 jam yang lalu
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
11 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved