Kongo tolak keanggotaan Rwanda di DK PBB
Jum'at, 19 Oktober 2012 - 11:55 WIB
Kongo tolak keanggotaan Rwanda di DK PBB
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah Kongo memprotes keangotaan Rwanda dalam anggota tidak tetap Dewan Keamanan (DK) PBB, Kamis (19/10/2012).
Seperti dilansir BBC.co.uk, Jumat (19/10/2012) Rwanda, negara yang diberitakan mendukung pemberontakan yang terjadi di Kongo akhirnya terpilih menjadi anggota tidak tetap DK PBB selama dua tahun mendatang.
Terhitung mulai 1 Januari 2013 mendatang, Rwanda, Argentina, Australia, Korea Selatan dan Luxemburg mulai menjabat menjadi menjadi lima anggota tetap 15 anggota DK PBB. Rwanda akan mengambil alih kursi anggota tidak tetap DK PBB yang saat ini masih diduduki oleh Afrika Selatan.
Menurut sebuah laporan rahasia yang diperoleh dari pakar DK-PBB, Menteri Pertahanan Rwanda telah ngeluarkan perintah kepada pemimpin pemberontak M23 untuk bertempur melawan tentara Kongo sejak April. Para ahli juga menuduh Uganda mendukung pemberontakan M23 terhadap pemerintah Kongo.
Namun, kedua negara tersebut telah membatah tuduhan tersebut. Sementara itu, seorang diplomat Rwanda mengatakan laporan yang tidak berdasar tersebut tidak mempengaruhi pemilihan Rwanda menjadi anggota tidak tetap DK PBB.
Menteri Luar Negeri Rwanda Louise Mushikiwabo mengatakan pemerintahannya dapat memberikan perspektif yang unik berkaitan dengan perang dan perdamaian atas genosida di Rwanda pada1994 silam dimana 1 juta anggota suku Tutsi tewas.
Sementara itu, Philippe Bolopion, Direktur PBB kelompok pegiat HAM Human Rights Watch di New York mengatakan terpilihnya Rwanda dalam anggota tidak tetap DK PBB memberi peluang pada pemerintah Rwanda untuk memblokir sanksi PBB terhadap pejabat Rwanda.
"Jika mereka terpilih menjadi anggota DK PBB, mereka harus segera menghentikan dukungan yang mereka berikan pada M23, dan itu akan segera menjadi sebuah berita besar. Tapi sejauh ini tidak ada tanda-tanda mereka akan melakukan langkah tersebut," ungkap Bolopion.
Seperti dilansir BBC.co.uk, Jumat (19/10/2012) Rwanda, negara yang diberitakan mendukung pemberontakan yang terjadi di Kongo akhirnya terpilih menjadi anggota tidak tetap DK PBB selama dua tahun mendatang.
Terhitung mulai 1 Januari 2013 mendatang, Rwanda, Argentina, Australia, Korea Selatan dan Luxemburg mulai menjabat menjadi menjadi lima anggota tetap 15 anggota DK PBB. Rwanda akan mengambil alih kursi anggota tidak tetap DK PBB yang saat ini masih diduduki oleh Afrika Selatan.
Menurut sebuah laporan rahasia yang diperoleh dari pakar DK-PBB, Menteri Pertahanan Rwanda telah ngeluarkan perintah kepada pemimpin pemberontak M23 untuk bertempur melawan tentara Kongo sejak April. Para ahli juga menuduh Uganda mendukung pemberontakan M23 terhadap pemerintah Kongo.
Namun, kedua negara tersebut telah membatah tuduhan tersebut. Sementara itu, seorang diplomat Rwanda mengatakan laporan yang tidak berdasar tersebut tidak mempengaruhi pemilihan Rwanda menjadi anggota tidak tetap DK PBB.
Menteri Luar Negeri Rwanda Louise Mushikiwabo mengatakan pemerintahannya dapat memberikan perspektif yang unik berkaitan dengan perang dan perdamaian atas genosida di Rwanda pada1994 silam dimana 1 juta anggota suku Tutsi tewas.
Sementara itu, Philippe Bolopion, Direktur PBB kelompok pegiat HAM Human Rights Watch di New York mengatakan terpilihnya Rwanda dalam anggota tidak tetap DK PBB memberi peluang pada pemerintah Rwanda untuk memblokir sanksi PBB terhadap pejabat Rwanda.
"Jika mereka terpilih menjadi anggota DK PBB, mereka harus segera menghentikan dukungan yang mereka berikan pada M23, dan itu akan segera menjadi sebuah berita besar. Tapi sejauh ini tidak ada tanda-tanda mereka akan melakukan langkah tersebut," ungkap Bolopion.
(aww)