6 bulan Halik bertahan hidup tanpa Jantung
Kamis, 18 Oktober 2012 - 18:24 WIB
6 bulan Halik bertahan hidup tanpa Jantung
A
A
A
Sindonews.com - Jakub Halik, seorang ayah dari Republik Ceko menghembuskan nafas terakhir, Sabtu (13/10/2012), setelah bertahan hidup selama enam bulan tanpa jantung. Seperti diberitakan BBC.co.uk, Rabu (17/10/2012), Dokter yang menangani Halik mengatakan, penyebab kematian pria 37 tahun itu adalah gagal hati, dan bukan karena jantung buatan yang ditanam di tubuhnya.
Enam bulan lalu, Jan Pirk, Direktur Kardiologi Institute of Clinical and Experimental Medicines di Praha dan timnya, memutuskan mengganti organ jantung Halik dengan dua pompa mekanik. Hal ini dilakukan karena jantung Halik digerogoti kanker ganas. Tim dokter mengganti dua bliki jantung halik dengan dua pompa plastik, yang masing masing dirancang untuk melakukan fungsi jantung bagian kiri dan kanan jantung.
setelah melakukan operasi pengangkatan jantung April lalu, mantan petugas pemadam kebakaran itu masuk dalam daftar orang yang menanti donor jantung, sampai akhirnya ia meninggal dunia.
Meskipun tidak memiliki jantung, tapi Halik bisa bertahan hidup dengan membawa seperangkat batere yang menggantikan kerja detak jantunya secara mekanik. Layaknya manusia sehat, Halik dapat berjalan-jalan, bahkan ia juga kerap mengunakan beberapa alat olah raga yang tersedia di rumah sakit.
Awalnya, Halik tidak dapat menerima donor jantung, karena kanker yang ia derita membuat badanya menolak obat yang dibutuhkan untuk mensukseskan cangkok jantung.
Tim dokter mengaku, Halik adalah pasien yang sangat beruntung. Sebelumnya, bedah radikal tersebut pernah dilakukan pada seorang pria di Texas, AS. Sayangnya, pasien tersebut hanya bertahan hidup selama satu pekan.
Agustus lalu, empat bulan setelah melakukan operasi, Halik mengatakan, secara fisik ia berada dalam kondisi sangat baik. Dia bahkan menegaskan, keputusan untuk melakukan operasi adalah pilihan yang tepat.
"Keputusan itu sangat suli bagi saya. Tapi, saya tidak punya kesempatan lain. Harus diakui dengan adanya tumor, saya hanya memiliki kesempatan bertahan hidup selama satu tahun dan saya memutuskan melawan tumor tersebut dengan cara ini," ungkap Halik.
Halik mengatakan, hidup tanpa jantung bukan satu hal yang sulit. "Saya sendiri bahkan tidak habis pikir, karena semua organ lain di tubuh saya masih berfungsi dengan normal. Bedanya hanya jantung saya yang berhenti berdetak. Di luar itu, organ tubuh saya tetap berfungsi normal," tutur Halik.
Sampai berita ini diturunkan, tim dokter belum mengetahui penyebab gagal hati yang diderita Halik. Mereka masih menunggu hasil pemeriksaan post-mortem.
Enam bulan lalu, Jan Pirk, Direktur Kardiologi Institute of Clinical and Experimental Medicines di Praha dan timnya, memutuskan mengganti organ jantung Halik dengan dua pompa mekanik. Hal ini dilakukan karena jantung Halik digerogoti kanker ganas. Tim dokter mengganti dua bliki jantung halik dengan dua pompa plastik, yang masing masing dirancang untuk melakukan fungsi jantung bagian kiri dan kanan jantung.
setelah melakukan operasi pengangkatan jantung April lalu, mantan petugas pemadam kebakaran itu masuk dalam daftar orang yang menanti donor jantung, sampai akhirnya ia meninggal dunia.
Meskipun tidak memiliki jantung, tapi Halik bisa bertahan hidup dengan membawa seperangkat batere yang menggantikan kerja detak jantunya secara mekanik. Layaknya manusia sehat, Halik dapat berjalan-jalan, bahkan ia juga kerap mengunakan beberapa alat olah raga yang tersedia di rumah sakit.
Awalnya, Halik tidak dapat menerima donor jantung, karena kanker yang ia derita membuat badanya menolak obat yang dibutuhkan untuk mensukseskan cangkok jantung.
Tim dokter mengaku, Halik adalah pasien yang sangat beruntung. Sebelumnya, bedah radikal tersebut pernah dilakukan pada seorang pria di Texas, AS. Sayangnya, pasien tersebut hanya bertahan hidup selama satu pekan.
Agustus lalu, empat bulan setelah melakukan operasi, Halik mengatakan, secara fisik ia berada dalam kondisi sangat baik. Dia bahkan menegaskan, keputusan untuk melakukan operasi adalah pilihan yang tepat.
"Keputusan itu sangat suli bagi saya. Tapi, saya tidak punya kesempatan lain. Harus diakui dengan adanya tumor, saya hanya memiliki kesempatan bertahan hidup selama satu tahun dan saya memutuskan melawan tumor tersebut dengan cara ini," ungkap Halik.
Halik mengatakan, hidup tanpa jantung bukan satu hal yang sulit. "Saya sendiri bahkan tidak habis pikir, karena semua organ lain di tubuh saya masih berfungsi dengan normal. Bedanya hanya jantung saya yang berhenti berdetak. Di luar itu, organ tubuh saya tetap berfungsi normal," tutur Halik.
Sampai berita ini diturunkan, tim dokter belum mengetahui penyebab gagal hati yang diderita Halik. Mereka masih menunggu hasil pemeriksaan post-mortem.
(aww)