Dokter keluarkan peluru dari kepala Yousafzai
Rabu, 10 Oktober 2012 - 19:50 WIB
Dokter keluarkan peluru dari kepala Yousafzai
A
A
A
Sindonews.com - Tim medis berhasil mengeluarkan sebuah peluru yang bersarang di kepala Malala Yousafzai, Rabu (10/10/2012). Sehari sebelumnya, aktivis putri berusia 14 tahun yang tinggal di Lembah Swat, Barat Laut Pakistan, itu ditembak oleh Taliban saat hendak naik ke dalam bis sepulang sekolah.
Semalam, Yousafzai menjalani operasi pengangkatan peluru di Rumah Sakit Gabungan Militer, di Peshawar. Kondisinya dilaporkan telah stabil. Seorang perwira militer mengatakan, dokter yang menangani operasi Yousafzai belum memutuskan untuk melakukan operasi tambahan atau akan menerbangkan Yousafzai ke luar negeri.
Seorang petugas di bandara Peshawar mengatakan, dua dokter mendatangi sebuah pesawat medis boeing 737 dan mereka melakukan pemeriksaan terhadap fasilitas medis yang tersedia di atas pesawat.
Sementara itu, juru bicara pemerintah setempat mengatakan, kemungkinan 70 persen tubuh Yousafzai merespon pengobatan yang telah diberikan dan ia tidak memerlukan operasi lanjutan.
Gadis yang menerima penghargaan perdamaian nasional dari pemerintah Pakistan tahun lalu dan dinominasikan untuk Nobel Perdamaian Anak-Anak Internasional oleh Yayasan Kids Rights pada 2011 itu lalu mendapat dua luka tembakan, di bagian kepala dan bagian leher.
Pelaku penambakan adalah kelompok militan Taliban. Juru bicara Taliban Pakistan, Ehsanullah Ehsan mengatakan, penyerangan tersebut dilakukan karena Yousafzai anti Taliban dan seorang sekuler.
Yousafzai menjadi terkenal pada 2009 lalu. Saat itu ia berusia 11 tahun dan menulis buku harian yang dipublikasikan BBC. Buku harian itu memuat kehidupan kaum perempuan saat Taliban menguasai Lembah Swat. Saat Taliban berkuasa, sekolah-sekolah untuk kaum perempuan ditutup.
Yousafzai menggunakan nama samaran, Gul Makai, saat menulis buku harian itu. Identitasnya baru muncul ke permukaan setelah Taliban diusir dari Swat.
Semalam, Yousafzai menjalani operasi pengangkatan peluru di Rumah Sakit Gabungan Militer, di Peshawar. Kondisinya dilaporkan telah stabil. Seorang perwira militer mengatakan, dokter yang menangani operasi Yousafzai belum memutuskan untuk melakukan operasi tambahan atau akan menerbangkan Yousafzai ke luar negeri.
Seorang petugas di bandara Peshawar mengatakan, dua dokter mendatangi sebuah pesawat medis boeing 737 dan mereka melakukan pemeriksaan terhadap fasilitas medis yang tersedia di atas pesawat.
Sementara itu, juru bicara pemerintah setempat mengatakan, kemungkinan 70 persen tubuh Yousafzai merespon pengobatan yang telah diberikan dan ia tidak memerlukan operasi lanjutan.
Gadis yang menerima penghargaan perdamaian nasional dari pemerintah Pakistan tahun lalu dan dinominasikan untuk Nobel Perdamaian Anak-Anak Internasional oleh Yayasan Kids Rights pada 2011 itu lalu mendapat dua luka tembakan, di bagian kepala dan bagian leher.
Pelaku penambakan adalah kelompok militan Taliban. Juru bicara Taliban Pakistan, Ehsanullah Ehsan mengatakan, penyerangan tersebut dilakukan karena Yousafzai anti Taliban dan seorang sekuler.
Yousafzai menjadi terkenal pada 2009 lalu. Saat itu ia berusia 11 tahun dan menulis buku harian yang dipublikasikan BBC. Buku harian itu memuat kehidupan kaum perempuan saat Taliban menguasai Lembah Swat. Saat Taliban berkuasa, sekolah-sekolah untuk kaum perempuan ditutup.
Yousafzai menggunakan nama samaran, Gul Makai, saat menulis buku harian itu. Identitasnya baru muncul ke permukaan setelah Taliban diusir dari Swat.
(aww)