Serangan pemberontak ke Kordofan tewaskan 6 orang
Selasa, 09 Oktober 2012 - 08:50 WIB
Serangan pemberontak ke Kordofan tewaskan 6 orang
A
A
A
Sindonews.com - Enam orang dilaporkan tewas akibat serangan mortir kelompok pemberontak di wilayah Kadogli, Ibu Kota Kordofan, Sudan Selatan.
Seperti diberitakan media pemerintah Sudan Selatan, pemberontak melepaskan serangan mortir di wilayah Sudan Selatan yang berbatasan dengan Sudan bertujuan untuk mengulingkan pemerintah.
Juru bicara Gerakan Pembebasan Rakyat Sudan (SPLM) Arnu Ngutulu Lodi mengklaim pihaknya bertanggung jawab atas aksi penyerangan tersebut. Lodi mengatakan anggotanya tersebar di pinggiran Kadugli tapi dia menyangkal bahwa serangan tersebut menargetkan rakyat sipil, melainkan militer.
Pemerintah Sudan Selatan menyangkal bahwa mereka mendunkung SPLM. Kelompok yang sejak tahun lalu terus melakukan pemberontakan di wilayah Kordofan selatan. Namun, seiring berjalannya waktu setelah Sudan Selatan memerdekakan diri dari Sudan, wilayah tersebut berangsur-angsur menjadi damai.
"Kami harus melawan dan tentu saja tentu saja melaksanakan tujuan kami yakni menghapus pemerintahan." tutur Lodi seperti dilansir BBC.co.uk, Selasa (9/10/2012)
Sebelumnya juru bicara militer Sudan mengatakan SPLM berusaha memasuku Kota Kadugli dan mereka melempari wilayah timur Kadugli bagian timur dengan mortar.
Sementara itu, Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB, Rance Damian mengatakan semua staf kemanusiaan telah dievakusi ketempat yang aman, seperti yang kita tahun lima buah mortir telah mendarat di kota Kadugli.
Seperti diberitakan media pemerintah Sudan Selatan, pemberontak melepaskan serangan mortir di wilayah Sudan Selatan yang berbatasan dengan Sudan bertujuan untuk mengulingkan pemerintah.
Juru bicara Gerakan Pembebasan Rakyat Sudan (SPLM) Arnu Ngutulu Lodi mengklaim pihaknya bertanggung jawab atas aksi penyerangan tersebut. Lodi mengatakan anggotanya tersebar di pinggiran Kadugli tapi dia menyangkal bahwa serangan tersebut menargetkan rakyat sipil, melainkan militer.
Pemerintah Sudan Selatan menyangkal bahwa mereka mendunkung SPLM. Kelompok yang sejak tahun lalu terus melakukan pemberontakan di wilayah Kordofan selatan. Namun, seiring berjalannya waktu setelah Sudan Selatan memerdekakan diri dari Sudan, wilayah tersebut berangsur-angsur menjadi damai.
"Kami harus melawan dan tentu saja tentu saja melaksanakan tujuan kami yakni menghapus pemerintahan." tutur Lodi seperti dilansir BBC.co.uk, Selasa (9/10/2012)
Sebelumnya juru bicara militer Sudan mengatakan SPLM berusaha memasuku Kota Kadugli dan mereka melempari wilayah timur Kadugli bagian timur dengan mortar.
Sementara itu, Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB, Rance Damian mengatakan semua staf kemanusiaan telah dievakusi ketempat yang aman, seperti yang kita tahun lima buah mortir telah mendarat di kota Kadugli.
(aww)