IMF minta China-Jepang hentikan konflik
Kamis, 04 Oktober 2012 - 09:48 WIB
IMF minta China-Jepang hentikan konflik
A
A
A
Sindonews.com - Keguncangan ekonomi global membutuhkan Jepang dan China untuk bekerja sama penuh sehingga keduanya tidak selayaknya berseteru dalam kepulauan Senkaku atau Diaoyu.
Hal itu ditegaskan Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Christine Lagarde. Dia menegaskan dunia tidak boleh memberikan kesempatan bagi dua kekuatan dunia itu terjebak dalam konflik teritorial. Lagarde meminta dua kekuatan ekonomi dunia itu mengembangkan toleransi demi kebaikan seluruh dunia.
“Baik China dan Jepang merupakan pengendali kunci ekonomi dunia yang tidak seharusnya terpecah karena konflik teritorial. Status ekonomi saat ini dan ekonomi global membutuhkan kerja sama yang erat antara Jepang dan China,” kata Lagarde menjelang kunjungan ke Tokyo pekan depan,dikutip Kyodo News.
China merupakan kekuatan ekonomi kedua dunia dan Jepang adalah kekuatan ekonomi ketigaduniayangterlibatdalam perebutan kepulauan di Laut China Timur.Tokyo me-nyebut kepulauan itu Senkaku dan Beijing menyebutnya Diaoyu. Dampak sengketa itu merambat ke mana-mana, termasuk sektor bisnis kedua negara. Sejumlah perusahaan mobil asal Jepang terpaksa menghentikan operasional pabrik akibat meningkatnya unjuk rasa anti- Jepang di China.
Lagarde meminta negara yang bertetangga itu menunjukkan toleransi dan bekerja sama secara efektif. Sementara itu,pasukan penjaga pantai Jepang kemarin melaporkan kapal milik pemerintah China memasuki perairan di sekitar Pulau Senkaku yang dikuasai Tokyo.
Mereka menyebutkan tiga kapal pemantau maritim China itu mengabaikan peringatan dari kapal penjaga pantai Jepang saat memasuki perairan Jepang setelah pukul 12:30 waktu setempat. “Kapal patroli kita meminta mereka meninggalkan wilayah kita dengan radio.Tapi, Haijian (nama kapal China) tidak memberikan respons,” ungkap keterangan resmi pasukan penjaga pantai Jepang, dikutip AFP.
Kapal-kapal China itu menuju ke Pulau Kubashima, salah satu pulau terbesar di Senkaku. Tiga kapal China itu bagian dari empat kapal yang tiba di perairan kepulauan itu sejak Selasa (2/10) lalu. Tiga kapal China itu bertahan di perairan Jepang selama enam jam meskipun pasukan penjaga pantai Jepang memperingatkan agar mereka segera pergi. Ketegangan kedua negara meningkat dalam beberapa bulan terakhir.
Mereka memperebutkan kepulauan yang diduga mengandung minyak bumi dan merupakan jalur lalu lintas kapal di Laut China Timur.Para diplomat China dan Jepang juga saling mengecam dalam pidato Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa pada akhir bulan lalu.
Hal itu ditegaskan Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Christine Lagarde. Dia menegaskan dunia tidak boleh memberikan kesempatan bagi dua kekuatan dunia itu terjebak dalam konflik teritorial. Lagarde meminta dua kekuatan ekonomi dunia itu mengembangkan toleransi demi kebaikan seluruh dunia.
“Baik China dan Jepang merupakan pengendali kunci ekonomi dunia yang tidak seharusnya terpecah karena konflik teritorial. Status ekonomi saat ini dan ekonomi global membutuhkan kerja sama yang erat antara Jepang dan China,” kata Lagarde menjelang kunjungan ke Tokyo pekan depan,dikutip Kyodo News.
China merupakan kekuatan ekonomi kedua dunia dan Jepang adalah kekuatan ekonomi ketigaduniayangterlibatdalam perebutan kepulauan di Laut China Timur.Tokyo me-nyebut kepulauan itu Senkaku dan Beijing menyebutnya Diaoyu. Dampak sengketa itu merambat ke mana-mana, termasuk sektor bisnis kedua negara. Sejumlah perusahaan mobil asal Jepang terpaksa menghentikan operasional pabrik akibat meningkatnya unjuk rasa anti- Jepang di China.
Lagarde meminta negara yang bertetangga itu menunjukkan toleransi dan bekerja sama secara efektif. Sementara itu,pasukan penjaga pantai Jepang kemarin melaporkan kapal milik pemerintah China memasuki perairan di sekitar Pulau Senkaku yang dikuasai Tokyo.
Mereka menyebutkan tiga kapal pemantau maritim China itu mengabaikan peringatan dari kapal penjaga pantai Jepang saat memasuki perairan Jepang setelah pukul 12:30 waktu setempat. “Kapal patroli kita meminta mereka meninggalkan wilayah kita dengan radio.Tapi, Haijian (nama kapal China) tidak memberikan respons,” ungkap keterangan resmi pasukan penjaga pantai Jepang, dikutip AFP.
Kapal-kapal China itu menuju ke Pulau Kubashima, salah satu pulau terbesar di Senkaku. Tiga kapal China itu bagian dari empat kapal yang tiba di perairan kepulauan itu sejak Selasa (2/10) lalu. Tiga kapal China itu bertahan di perairan Jepang selama enam jam meskipun pasukan penjaga pantai Jepang memperingatkan agar mereka segera pergi. Ketegangan kedua negara meningkat dalam beberapa bulan terakhir.
Mereka memperebutkan kepulauan yang diduga mengandung minyak bumi dan merupakan jalur lalu lintas kapal di Laut China Timur.Para diplomat China dan Jepang juga saling mengecam dalam pidato Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa pada akhir bulan lalu.
(aww)