Presiden Myanmar Kunjungi AS
Selasa, 25 September 2012 - 09:51 WIB
Presiden Myanmar Kunjungi AS
A
A
A
Sindonews.com - Presiden Myanmar Thein Sein kemarin menuju Amerika Serikat (AS) untuk menghadiri pertemuan Ma-jelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Thein Sein yang berkuasa sejak tahun lalu itu diperkirakan akan memaparkan berbagai rencana pembangunan di Myanmar dan bagaimana melaksanakan reformasi yang cepat untuk negaranya yang dulu terisolasi.
“Presiden akan menghadiri Majelis Umum PBB dan akan memberikan pidato di sana,” kata Zaw Htay, pejabat kantor kepresidenan Myanmar, dikutip AFP.
Kunjungan perdana Thein Sein itu bersamaan dengan tur ikon demokrasi Myanmar Aung San Suu Kyi di AS. Peraih hadiah nobel perdamaian itu mendapat Medali Emas Kongres sebagai perhargaan tertinggi parlemen AS pada seseorang.
Suu Kyi juga bertemu Presiden AS Barack Obama di Gedung Putih. Selama kunjungan Suu Kyi, para pejabat AS berupaya memastikan lawatan ikon demokrasi itu tidak dibayangi Presiden Thein Sein yang mengubah negaranya yang terisolasi menjadi lebih terbuka.
Hubungan baik antara AS dan Myanmar ditandai dengan pencabutan sanksi Washington terhadap Thein Sein dan ketua parlemen majelis rendah Shwe Mann. Departemen Keuangan AS menghapus dua tokoh itu dari daftar hitam “Specially Designated Nationals.”
Thein Sein yang berkuasa sejak tahun lalu itu diperkirakan akan memaparkan berbagai rencana pembangunan di Myanmar dan bagaimana melaksanakan reformasi yang cepat untuk negaranya yang dulu terisolasi.
“Presiden akan menghadiri Majelis Umum PBB dan akan memberikan pidato di sana,” kata Zaw Htay, pejabat kantor kepresidenan Myanmar, dikutip AFP.
Kunjungan perdana Thein Sein itu bersamaan dengan tur ikon demokrasi Myanmar Aung San Suu Kyi di AS. Peraih hadiah nobel perdamaian itu mendapat Medali Emas Kongres sebagai perhargaan tertinggi parlemen AS pada seseorang.
Suu Kyi juga bertemu Presiden AS Barack Obama di Gedung Putih. Selama kunjungan Suu Kyi, para pejabat AS berupaya memastikan lawatan ikon demokrasi itu tidak dibayangi Presiden Thein Sein yang mengubah negaranya yang terisolasi menjadi lebih terbuka.
Hubungan baik antara AS dan Myanmar ditandai dengan pencabutan sanksi Washington terhadap Thein Sein dan ketua parlemen majelis rendah Shwe Mann. Departemen Keuangan AS menghapus dua tokoh itu dari daftar hitam “Specially Designated Nationals.”
(aww)